Hayati Nupus
30 Juni 2018•Update: 01 Juli 2018
Can Erozden
ANKARA
Angkatan Bersenjata Turki menetralisir lebih dari 4.500 teroris sejak awal aksi anti-teror lintas perbatasan Operasi Ranting Zaitun.
Angkatan Bersenjata Turki dalam siaran pers pada Jumat mengatakan bahwa 4.513 teroris telah dinetralkan sejak 20 Januari.
Otoritas Turki kerap menggunakan kata "dinetralkan" dalam pernyataan mereka, untuk menyiratkan bahwa teroris yang bersangkutan dibunuh, ditangkap atau menyerah.
Pernyataan itu juga mengatakan 56 teroris PKK dinetralkan selama operasi yang dilakukan sepanjang 22-28 Juni di Turki dan sebelah utara Irak itu.
Selama operasi ini, empat tentara Turki tewas dan enam lainnya terluka.
Selain itu, 16 senjata–termasuk 15 senapan infanteri–disita, sementara 22 bahan peledak dan tujuh senjata rakitan, serta tempat perlindungan dihancurkan.
Pada 20 Januari 2018, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk memberantas teroris YPG/PKK dan Daesh dari Afrin. Pada 18 Maret, pasukan Turki dan anggota Tentara Pembebasan Suriah membebaskan kota Afrin, pada hari ke-58 operasi.
PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa.
Selama kampanye terornya melawan Turki, yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, lebih dari 40.000 orang telah tewas, termasuk perempuan dan anak-anak.
Militer Turki netralisir 4.513 teroris dalam Operasi Ranting Zaitun Sepanjang 22-28 Juni saja, militer Turki menyita 16 unit senjata dan memusnahkan bahan peledak rakitan serta tempat perlindungan