06 Oktober 2017•Update: 07 Oktober 2017
Omer Kilic
JOHANNESBURG
Menteri Pendidikan Turki Ismet Yilmaz mengunjungi Republik Afrika Selatan untuk menghadiri peresmian Yunus Emre Institute di ibu kota Johannesburg. Institut ini merupakan lembaga perkenalan budaya dan bahasa Turki.
Dalam kesempatan ini, Yilmaz menyampaikan tujuan pembentukan Institut, yakni “untuk memperkenalkan Turki. Dan perkenalan itu melalui bahasa.”
Sebagaimana Spanyol memiliki Institut Cervantes dan Jerman memiliki Instutut Goethe, Turki juga membuka pusat bahasa Turki di Afrika Selatan.
“Turki selalu berada di sisi orang-orang yang tertindas seperti di Palestina, Somalia, dan Yaman. Kini, Turki juga berada di samping Afrika Selatan,” tambah Yilmaz.
Yilmaz mengatakan, siapa pun memiliki hak memperoleh pendidikan yang sama, tak peduli apa bahasanya, agamanya, dan warna kulitnya.
Institut Yunus Emre dalam 8 tahun telah membangun 54 pusat bahasa di berbagai negara di dunia. Institut ini didirikan pada tahun 2009 oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan bertujuan untuk memperkenalkan budaya, bahasa, sastra, dan kesenian Turki kepada dunia.
Fungsi dari institut adalah mempererat komunikasi antara masyarakat luar negeri dengan Turki.