18 Juli 2017•Update: 20 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Sejumlah anggota dari Pakistan Institute of Legislative Development and Transparancy atau perwakilan senator dari Pakistan bertemu dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.
Menurut Wiranto kunjungan senator Pakistan tersebut untuk mengetahui proses reformasi di Indonesia. Selain itu juga, mereka ingin mengetahui peran TNI.
"Mereka banyak bertanya mengenai proses reformasi di indonesia berjalan. Bagaimana perkembangan demokrasi di indonesia. Bagimana peran TNI setelah dwifungsi dihapus. Semua saya jelaskan karena saya sendiri merupakan pelaku dari proses reformasi di indonesia," ujar Wiranto di kantornya Selasa.
Wiranto mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi contoh dalam proses demokrasi oleh Pakistan. Sebab, Indonesia dan Pakistan memiliki karakteristik yang sama.
"Mereka merasa bahwa Indonesia sebagai negara Islam dan bukan negara yang penduduknya beragama Islam paling besar di dunia. Sedangkan Pakistan punya penduduk islam yang cukup besar, mereka sangat senang melihat indonesia salah satu bagian dari menimba pengalaman.
"Di bidang kerjasama sendiri, Wiranto menyatakan Indonesia dan Pakistan telah melakukan kerjasama sejak lama, khususnya di bidang pertahanan. Kerjasama tersebut di antaranya melakukan pertukaran perwira antara Indonesia dan Pakistan.
Wiranto juga sempat membahas terorisme dengab sejumlah anggota senator dari Pakistan. Indonesia, kata dia juga menggunakan metode deradikalisasi dalam memerangi teroris.
"Kita jelaskan bahwa kita melakukan soft approach dan deradikalisme dan menyadarkan kembali aktivis untuk kembali ke masyarakat tanpa ada kebencian dan dendam dan niat untuk mencelakakan masyarakat," tutupnya.