10 Juli 2017•Update: 12 Juli 2017
Dilara Zengin and Ebru Sengul
ISTANBUL
Kongres minyak dunial atau World Petroleum Congress (WPC) ke 22 dibuka di Istambul hari Minggu.
WPC merupakan pertemuan terbesar untuk para pelaku industri minyak dan gas di seluruh dunia.
Berbicara pada upacara pembukaan, Jozsef Laszlo Toth, presiden DWPC mengatakan bahwa tantangan di sektor perminyakan tumbuh seiring bertambahnya populasi dunia dan pembangunan ekonomi dimana membawa sejumlah besar konsumen ke pasar.
Minyak dan gas alam tetap menjadi sumber energy paling penting selama berabad-abad dan juga ke depannya, kata Toth.
"Untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan dengan aman dan ramah lingkungan akan membutuhkan investasi besar, teknologi, sumber daya manusia tertinggi dan praktik bisnis etis yang unggul," tegasnya.
Toth menekankan bahwa koridor energi memainkan peran penting untuk menjamin akses yang aman dan ekonomis ke pasar dari hidrokarbon hingga mencapai daerah-daerah terutama dari Asia Tengah dan Timur Tengah.
"Pemerintah Turki telah melakukan upaya untuk menciptakan koridor-kolidor baru tersebut. Eksekutif tingkat tinggi, organisasi internasional dan pemimpin pemerintah, para ahli dari semua bidang industri, periset, akademisi, LSM, perwakilan mahasiswa dan masyarakat dikumpulkan di sini untuk menganalisis dan menentukan secara kolektif, masa depan sektor perminyakan, "katanya.
Dia menambahkan kalau kongres juga sangat mendorong para profesional muda untuk bergabung di industri ini.
“Seperti yang kita tahu, di banyak negara, jumlah orang muda yang bergabung di industri energy terus berkurang,” katanya.
Selama 9 Juli – 13 Juli, eksekutif tingkat tinggi dari perusahaan-perusahaan energi yang ternama, termasuk 50 menteri energi dari berbagai negara akan menghadiri kongres WPC, yang tahun ini bertema “Jembatan menuju Energi Masa Depan”