Erric Permana
31 Januari 2019•Update: 01 Februari 2019
Erric Permana
JAKARTA
Kelompok sipil bersenjata pimpinan Egianus Kogoya kembali menyerang anggota TNI di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua pada Kamis.
Serangan tersebut terjadi saat Tim Patroli melakukan tugas pengamanan pasca penyerangan yang terjadi di Lapangan Terbang Mapenduma beberapa waktu lalu.
Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih XVII Kolonel Infanteri Muhammad Aidi mengatakan penembakan terjadi pada pukul 8 pagi.
"Serangan oleh kelompok KKSB (Kriminal Separatis Bersenjata) terindikasi pimpinan Egianus Kogoya dari tiga arah, dari arah ketinggian depan dan dari samping kiri-kanan,” ujar Aidi melalui keterangan resminya.
Tim Patroli TNI berusaha membalas tembakan dengan memanfaatkan perlindungan alam yang ada, kata dia.
Tidak lama kemudian kata Aidi sisa pasukan TNI yang ada di Pos membantu tim patroli hingga berhasil memukul mundur kelompok tersebut.
Dari peristiwa tersebut seorang prajurit atas nama Prada Laode Majid menderita luka tembak pada bahu kanan.
"Dari keterangan anggota di lapangan bahwa luka tersebut akibat tembakan pertama yang dilancarkan oleh KKSB yang mungkin sudah disiapkan secara terbidik saat menunggu kedatangan pasukan TNI," jelas Aidi.
Aidi menambahkan saat dilaksanakan pengejaran terhadap kelompok sipil bersenjata tersebut ditemukan sejumlah bercak darah yang mengindikasikan bahwa dari pihak mereka juga ada yang terkena tembakan.
TNI belum memastikan apakah ada korban jiwa dari mereka atau tidak, kata dia.
"Namun dari jejak yang ditinggalkan menunjukkan bahwa kelompok KKSB telah menyiapkan penyerangan," tambah dia.
Dia mengatakan korban Prada Laode akan segera dievakuasi ke Timika menggunakan Helikopter.
TNI melaporkan kondisi korban dalam keadaan stabil dan telah mendapatkan pertolongan dari Tim kesehatan di Mapenduma.
Aidi menyebut Mapenduma merupakan markas kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya, pelaku pembantaian terhadap puluhan karyawan PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Yigi Nduga pada 02 Desember 2018 lalu.
Saat ini Mapenduma sudah dikuasai oleh pasukan TNI, sehingga ruang gerak kelompok bersenjata, khususnya wilayah Nduga, semakin sempit.
Saat ini kondisi Mapenduma sekitarnya dalam keadaan kondusif, situasi sudah dapat dikuasai kembali oleh pasukan TNI.