15 Agustus 2017•Update: 16 Agustus 2017
Zafer Fatih Beyaz dan Enes Duran
ANKARA
Kantor Jaksa Penuntut Umum di Ankara mengeluarkan surat perintah penahanan 33 tersangka pada Selasa dalam investigasi mereka terhadap Organisasi Teroris Fetullah Gulen (FETO), menurut sumber terpercaya.
Para tersangka adalah mantan pegawai di Dewan Riset Sains dan Teknologi Turki, kata sumber itu yang tidak ingin disebutkan namanya.
Mereka dituduh menggunakan aplikasi ponsel ByLock yang diduga digunakan anggota kelompok FETO selama percobaan kudeta gagal tahun lalu.
Aplikasi itu dipercaya sudah dipecahkan oleh pihak keamanan Turki sebelum kudeta itu, mendorong komplotan itu ganti menggunakan aplikasi WhatsApp tapi setelah puluhan ribu pendukung FETO sudah teridentifikasi.
Menurut pemerintahan Turki, gerakan teroris Fetullah Gulen Terrorist Organisation (FETO) dan pemimpinnya yang bermukim di AS, Fetullah Gulen, adalah otak dibalik percobaan kudeta pada 15 Juli 2016, yang menewaskan 250 orang dan melukai 2.200 lainnya.
Ankara juga menuduh FETO menggencarkan kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan Turki melalui penyusupan di berbagai institusi, termasuk militer, polisi dan hukum.