Dandy Koswaraputra
19 November 2018•Update: 20 November 2018
Dandy Koswaraputra
JAKARTA
Presiden Joko Widodo mengajak anggota Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk mengurangi ketimpangan ekonomi guna mencegah reaksi negatif terhadap globalisasi.
"Kalau kita mau bicara pembangunan yang inklusif jelas kita harus bicara mengenai usaha menengah, kata Jokowi – sapaan Presiden – pada KTT APEC, Port Moresby, Papua Nugini, Minggu.
Jokowi menambahkan Usaha Kecil dan Mikro (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian.
Berdasarkan data 2017, total UMKM Indonesia saat ini tercatat sebanyak 62,9 juta unit usaha, 6 juta di antaranya melakukan kegiatannya secara online.
Presiden menuturkan saat ini dunia sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0.
Siklus baru ini, menurut Presiden, membuka peluang untuk menyesuaikan orientasi pembangunan.
“Dalam 30 tahun mendatang, dalam visi APEC Post Bogor, pengurangan ketimpangan harus mendapat prioritas,” kata dia.
Terkait pembangunan manusia, Jokowi memandang setiap manusia harus diberdayakan sehingga dapat ikut berkontribusi dan merasa menjadi bagian dari pembangunan.
Untuk itu, tambah dia Indonesia telah menyusun peta jalan Kebijakan Ekonomi dan Pelatihan Vokasi di Indonesia tahun 2017-2025.
“Untuk memaksimalkan manfaat ekonomi digital, reformasi struktural harus dilakukan,” kata Presiden Jokowi.
Di penghujung pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan melanjutkan investasi untuk sumber daya manusia.