24 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Presiden Joko Widodo memberikan pembekalan kepada 729 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.
“Kalian calon pemimpin masa depan. Harapan yang ditaruh di pundak kalian sangat besar, dan tuntutan yang diharapkan juga banyak. Tugas yang diberikan bukan tugas ringan,” ujar Jokowi.
Jokowi juga menyampaikan betapa cepatnya lanskap perubahan global, baik dari segi ekonomi, politik, pertahanan maupun keamanan. Ia mencontohkan penetrasi internet. ketika masyarakat baru saja belajar internet, kemudian masuk mobile internet. belum rampung, masuk pula teknologi artificial intelligence.
“Mesin-mesin bekerja dan bisa menjawab apa yang kita tanya. Coba lihat Amazon, atau tanya ke Alexa, di mana alamat Mabes TNI, ia akan langsung tunjukkan alamatnya dan memberi rute jalan,” katanya.
Oleh karena, kata Jokowi, perkembangan teknologi tersebut harus diantisipasi dari sekarang. “Misalnya, masihkan kita perlu melakukan pengadaan tank. Dengan perubahan teknologi, apakah yang diperlukan justru drone security. Negara ini kan besar, terdiri dari 17.000 pulau. Drone perlu untuk pantau perbatasan, pantau pergerakan terorisme di hutan dan perbatasan. Juga melihat benda-benda mencurigakan di laut. Visi kita harus berubah,” katanya.
Dari 729 orang Capaja TNI-Polri. 437 di antaranya berasal dari taruna Akademi TNI dan 292 orang taruna Akademi Kepolisian. Taruna Akademi TNI terdiri dari 224 orang Taruna Akademi Militer, 94 orang Taruna Akademi Angkatan Laut dan 117 Taruna Akademi Angkatan Udara, dan 2 orang Taruna National Defence Academy Jepang.
Selain Jokowi, pembekalan dihadiri juga oleh Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.