23 Juli 2017•Update: 25 Juli 2017
YERUSALEMIsrael berencana menggantikan alat deteksi logam yang dipasang di gerbang kompleks masjid Al-Aqsa dengan alat detekto genggam karena tensi yang kini kian memanas, siar TV Israel pada Sabtu.
Menurut kanal televisi Israel Channel 2, polisi memutuskan untuk mencabut semua detektor logam di hari Sabtu malam dan menggunakan alat model genggam sebagai gantinya.
Laporan ini menyebut polisi akan tetap melakukan pemindaian logam dengan alat genggam di gerbang-gerbang Al-Aqsa.
Masih menurut laporan mereka, kepala polisi Yerusalem Yoram Halevy dan Mayor Nir Berekat mendukung penuh keputusan ini.
Pemerintah Israel hingga kini masih tak memberikan komentar atas kabar ini.
Kemarahan terjadi di sepanjang Tepi Barat sejak pekan lalu, ketika Israel menutup Masjid Al-Aqsa yang dianggap suci oleh kaum muslim dan Yahudi, yang menyebutnya Bait Suci (Temple Mount), setelah penembakan yang menelan korban jiwa.
Masjid kemudian dibuka kembali setelah dua hari ditutup, namun Israel memutuskan untuk memasang detektor logam di gerbangnya, yang membuat Palestina berkata Israel mencoba mengubah status quo – yakni batas yang samar antara hak untuk beribadah dan berkunjung.
Israel, membela keputusannya, menolah untuk mencabut detektor logam, beralasan bahwa prosedur keamanan semacam ini sudah lazim digunakan di situs suci lain di seluruh dunia.
Dianggap suci oleh orang Muslim, Yahudi, dan Kristen, Yerusalem adalah rumah dari masjid Al-Aqsa, yang bagi orang muslim adalah situs tersuci ketiga dalam ajaran agama.
Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan kepada Israel untuk menghapuskan larangan-larangan baru di kompleks masjid Al-Awsa di Yerusalem.
“Detektor logam dan larangan-larangan lain harus segera dicabut, dan status quo harus dikembalikan,” ucap Erdogan.
Dilaporkan Turgut Alp Poyraz; Ditulis Handan Kazanci