Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia dan Vietnam menyepakati kerja sama di sejumlah sektor termasuk bidang pendidikan, perdagangan, investasi dan juga pemberantasan illegal fishing. Kesepakatan ini dicapai setelah adanya pertemuan bilateral yang dilakukan antara Presiden Joko Widodo dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong di Istana Merdeka Jakarta, Rabu.
Dalam bidang maritim, kedua negara sepakat untuk mempercepat proses perundingan dalam penetapan batas wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE). Sementara di bidang perikanan, keduanya juga sepakat untuk bekerja sama mengatasi pencurian ikan di perairan masing-masing.
Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia dan Vietnam sendiri dalam tiga tahun terakhir berhasil meningkatkan nilai perdagangannya. Oleh karena itu, kedua negara berpandangan agar tren peningkatan tersebut dapat berlanjut di masa-masa mendatang.
"Kita telah membahas berbagai langkah dan inisiatif baru agar target perdagangan sebesar USD10 miliar dapat dicapai. Sebagai negara kunci dan produsen utama lada dan karet di dunia, kita juga bersepakat untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kualitas kedua komoditas tersebut," kata Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo secara khusus meminta kepada Nguyen untuk dapat memberikan perlindungan dan memfasilitasi keperluan para investor Indonesia di Vietnam.
Adapun dalam bersikap mengenai isu kawasan, Presiden Joko Widodo dan Nguyen Phu Trong menyadari pentingnya kesatuan dan kerja sama di antara negara-negara kawasan dalam mewujudkan visi masyarakat ASEAN tahun 2025
"Kita menyambut baik kemajuan yang dicapai dalam kerangka code of conduct yang akan menjadi dasar yang kuat bagi pengaturan norma komprehensif di Laut Cina Selatan. Kita juga sepakat untuk menjadikan ASEAN sebagai motor bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan,"kata mantan Walikota Solo ini.
Pertemuan yang dilakukan pada hari ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Nguyen di Indonesia. Sebelumnya, ia tiba di Jakarta pada Selasa kemarin dan telah bertemu dengan pimpinan MPR, DPR, dan DPD Republik Indonesia.