Pizaro Gozali İdrus
17 Januari 2018•Update: 18 Januari 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Indonesia-Belanda saling berbagi pengalaman dalam bidang hukum dan keamanan seiring 50 tahun kerja sama kedua negara.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol dalam konferensi Indonesia-Netherlands Rule of Law and Security Update 2018 di Jakarta, Rabu, menjelaskan bahwa kedua negara memiliki tantangan sama dalam hal hukum dan keamanan, seperti upaya membangun masyarakat inklusif.
Masyarakat inklusif sendiri dapat diartikan sebagai masyarakat yang mampu menerima keberagaman dan perbedaan, lalu mengakomodasinya dalam berbagai tatanan serta infrastruktur dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, menurut Swartbol, Belanda juga mengalami tantangan sama seperti Indonesia di tengah arus teknologi, yakni masalah ujaran kebencian dan cyber crime.
“Indonesia dan Belanda memiliki basis hukum yang sama dan kita bisa saling bertukar informasi dan pengetahuan untuk masalah ini,” kata Swartbol.
Di tempat yang sama, Menteri Hukum dan HAM Indonesia Yasonna Laoly berbagi pengalaman soal advokasi oleh pemerintah kepada warga miskin.
“Pada 2017, kita sudah memberi bantuan kepada 40 ribu warga miskin, bekerja sama dengan sejumlah lembaga bantuan hukum,” jelas Menteri Yasonna.
Menteri Yasonna mengatakan, anggaran untuk membantu warga tak mampu yang tersandung masalah hukum ada di bawah Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN).
Dana ini salah satunya dipakai untuk biaya advokasi untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengalami kasus hukum di sejumlah negara.
"Masalah TKI banyak sekali dibantu oleh sejumlah LBH yang bekerja sama dengan pemerintah," ujar Menteri Yasonna.