Nicky Aulia Widadio
30 Januari 2019•Update: 31 Januari 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengategorikan Sumatera Utara, Yogyakarta, Solo, dan Sulawesi Selatan sebagai daerah rawan konflik pada pemilihan legislatif 2019.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan persaingan antar-calon legislatif dan antar partai berpotensi memicu gesekan.
“Dari analisa intelijen ada kecenderungan konflik antar pendukung calon legislatif di keempat daerah itu cukup rawan,” ujar Dedi usai rapat pimpinan Polri di Jakarta, Rabu.
Markas Besar Polri, lanjut dia, akan membantu kepolisian daerah setempat mengamankan keempat daerah yang berpotensi rawan tersebut.
Polri memetakan potensi gangguan akibat pemilu legislatif cenderung lebih mengkhawatirkan dibanding pemilihan presiden (pilpres).
“Kalau Pilpres tingkat kerawanannya bisa kita kendalikan,” ucap dia.
Rencana pengamanan pemilu menjadi isu utama dalam rapat pimpinan Polri 2019.
Isu kejahatan siber juga dibahas dalam rapim ini, terutama soal meningkatnya kasus hoaks menjelang pemilu.