Roy Ramos
15 Oktober 2017•Update: 16 Oktober 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY
Ratusan pemrotes menerjang hujan saat mereka menggelar demonstrasi terhadap Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Universitas Filipina di Diliman, Quezon City, Sabtu.
Demo tersebut diselenggarakan oleh kelompok yang baru saja dibentuk bernama Tindig Pilipinas, yang mengumpulkan tanda tangan secara nasional dan mendesak Duterte menandatangani surat pembukaan kerahasiaan bank untuk membuka rekening keluarganya dan membeberkan uang yang dimilikinya.
Hal itu terjadi setelah adanya tuduhan bahwa Duterte telah mengumpulkan miliaran peso illegal di bank
“Kami, orang-orang Filipina, meminta Presiden Duterte untuk menandatangani pengabaian atas kerahasiaan deposito bank. Kami berhak mendapatkan pemimpin yang transparan dan bertanggung jawab,” kata kelompok tersebut dalam petisinya seperti dikutip GMA News.Senator oposisi Antonio Trillanes IV telah menuduh bahwa Duterte memiliki jutaan peso di rekening bank dan mempertanyakan sumber uang tersebut, mengingat Duterte hanyalah bekas Wali Kota Davao City.
Trillanes, yang bergabung dengan pemrotes, mengungkapkan bahwa lebih dari PHP 2juta transaksi bank telah masuk ke rekening Duterte dari 2006-2015.
Dia mengungkapkan bahwa kampanye untuk mengumpulkan tanda tangan akan dilakukan di seluruh negeri untuk menunjukkan bahwa orang Filipina menuntut transparansi dan akuntabilitas.
Duterte berulang kali membantah tuduhan tentang kekayaannya dan menyuruh militer untuk memindahkannya dari kursi kepresidenan jika mereka membuktikan bahwa dia berbohong.
Para pemrotes juga mengecam dugaan pembunuhan di luar proses hukum dan pelanggaran hak asasi manusia akibat perang narkotik pemerintah. Dalam demonstrasi ini hadir juga mantan pejabat pemerintah dan kelompok yang terkait erat dengan sekutu mantan Presiden Benigno Simeon Aquino.