23 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) mendesak sekutu Suriah utamanya untuk me-rebrand kelompok mereka guna menghindari perhatian Turki dan menciptakan suara bagi masa depan Suriah, kata kepala pasukan khusus AS pada Jumat.
“Saya berada dalam hubungan yang normatif dengan kelompok ini,” ujar Jenderal Raymond Thomas saat kongres tentang keamanan di Aspen, Colorado.
“Secara formal, mereka menyebut diri mereka YPG, yang oleh Turki disamakan dengan kelompok PKK,” lanjutnya, “Jadi kami berkata pada mereka, Anda harus mengubah nama. Anda ingin dipanggil dengan nama apa selain YPG? Dalam jangka waktu sehari, mereka mengumumkan bahwa mereka adalah Syrian Democratic Forces (SDF - Pasukan Demokrasi Suriah).”
Pengubahan nama ini penting bagi kelompok ini untuk mendapatkan kepercayaan dalam diskusi tentang Suriah di masa depan, kata Thomas, menyebut bahwa atase AS Brett McGurk “berhasil melibatkan mereka dalam diskusi” setelah perubahan nama.
“Mereka menginginkan kursi [dalam perundingan],” ujar Thomas, “dan karena selama ini mereka sudah dikenal sebagai PKK, mereka tak pernah bisa mendapat kursi.”
Thomas mengakui, kelompok ini masih akan terus menemui “permasalahan branding di masa depan”.
“Saat pertama saya dan Brett McGurk mendatangi Kobani yang tua dan dingin, tepat di perbatasan Turki. Saat kami sampai, beberapa pejabat dan militer menatap kami dengan baik-baik, kecuali kepada Ocalan,” dia mengingat, merujuk kepada Abdullah Ocalan, pemimpin PKK yang kini dipenjara.
“Maka kami berkata, ‘hey, ini harus diakhiri. Anda tidak bisa dipimpin Ocalan dan di saat yang sama ikut serta dalam perbincangan resmi yang kami bangun’,” katanya. “Jika mereka terus disambungkan dengan produk lama, atau disambungkan dengan PKK, maka hubungan [dengan AS] akan banyak menemui masalah.”
AS sendiri selama ini mendukung PKK/PYD, juga beberapa kelompok milisi Arab lain yang kini berbendera SDF, yang tentu saja punya sejarah panjang berseberangan dengan Ankara.
AS memandang SDF sebagai “partner yang dipercaya” dalam perang melawan Daesh dan terus memasok mereka dengan senjata dan perlengkapan, meski Turki dengan keras menyatakan keberatan. Turki melihat PKK/PYD sebagai sempalan kelompok teror PKK di Suriah.
PKK sendiri dianggap bertanggung jawab atas teror di Turki selama lebih dari 30 tahun, yang menewaskan lebih dari 400 ribu orang. PKK dianggap sebagai kelompok teror di Turki, AS, dan Uni Eropa.