14 Juli 2017•Update: 14 Juli 2017
Adem Demir
ISTANBUL
Sebanyak 44 orang, termasuk tersangka dalam dua serangan mematikan PKK teroris di Istanbul tahun 2016 lalu, ditangkap dalam sebuah operasi gabungan pasukan keamanan dan intelijen Turki, demikian pernyataan resmi Gubernur Istambul Vasip Sahin, Kamis.
Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim unit kontra-terorisme Kepolisian Istanbul dan Organisasi Intelijen Nasional (MIT) di lima provinsi, termasuk Istanbul, Vasip Sahin bicara pada wartawan.
Sahin juga mengatakan operasi itu dilakukan berdasarkan informasi intelijen bahwa teroris sedang mempersiapkan serangan "sensasional" di Istanbul.
"Salah satu dari 44 tersangka adalah pelaku serangan teror di stadion Besiktas yang melakukan eksplorasi di daerah tersebut kemudian melompat keluar dari mobil yang bermuatan bom,” katanya, mengacu pada sebuah serangan Desember 2016 lalu setelah pertandingan sepak bola di Stadion Vodafone. Serangan mematikan itu menewaskan 46 orang dan melukai 243 lainnya.
"Yang lainnya adalah pelaku serangan bom di Vezneciler yang menargetkan bus yang digunakan polisi anti huru hara. Serangan itu menewaskan tujuh polisi, dan melukai 36 orang lainnya,” tambahnya.
PKK - terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - kembali kampanye dengan menggunakan senjata melawan Turki sejak Juli 2015.
PKK telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 1.200 personel keamanan Turki dan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.