Hayati Nupus
02 Oktober 2018•Update: 03 Oktober 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) pada Selasa mengatakan 16 unit eskavator telah sampai di Palu, Sulawesi Tengah, dan mulai digunakan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan alat berat itu digunakan untuk menyisir lokasi gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah Jumat lalu dan mengevakuasi korban jiwa.
“Bantuan alat berat masih akan terus berdatangan, dikirimkan dari Mamuju, Gorontalo, Poso dan Balikpapan,” ujar Sutopo kepada wartawan di Jakarta.
Sutopo mengatakan masih banyak korban jiwa yang tertimbun reruntuhan dan lumpur, terutama di Perumnas Balaroa dan Kelurahan Petobo, Kota Palu.
Saat gempa terjadi, ujar Sutopo, wilayah tersebut mengalami likuifaksi, yaitu gejala geologis menyatunya tanah dengan air yang mengakibatkan tanah berubah menjadi lumpur.
Lumpur tersebut, tambah Sutopo, menyembur ke permukaan lewat tanah yang retak dan merendam rumah-rumah di sekitarnya hingga setinggi tiga meter.
Sutopo mengatakan tim evakuasi gabungan berjumlah 6.399 personel yang terdiri dari 3.169 orang TNI, 2.033 orang polisi, 1.086 orang pegawai pemerintah baik pusat maupun daerah, dan 110 relawan.
Bantuan personel lainnya, lanjut Sutopo, masih dalam perjalanan.
Gempa bumi berkekuatan M 7,4 mengguncang Palu, Donggala dan Mamuju, Sulawesi Tengah, pada Jumat, disusul dengan tsunami.