Hayati Nupus
11 September 2020•Update: 12 September 2020
JAKARTA
Singapore Airlines (SIA) Group memangkas 4.300 posisi di seluruh maskapai penerbangannya, demi memulihkan industri yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Chief Executive Officer Singapore Airlines Goh Choon Phong mengatakan keputusan itu harus dilakukan karena jalan menuju pemulihan akan panjang dan penuh ketidakpastian.
“Melepaskan orang-orang yang berharga dan berdedikasi adalah keputusan sulit dan paling menyakitkan yang harus saya buat dalam 30 tahun bersama SIA,” ujar Goh Choon Phong, dalam siaran persnya.
Goh Choon Phong mengatakan bahwa SIA menargetkan pada akhir tahun tetap dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen ketimbang sebelum pandemi.
Terlebih kelompok industri memperkirakan lalu lintas penumpang tak akan kembali normal sehingga sekitar 2024.
Ketimbang maskapai besar dunia, SIA Group lebih rentan karena tak memiliki pasar domestik yang dapat menjadi sandaran pemulihan.
Dengan pemangkasan ini, nantinya jumlah staf Singapore Airlines, SilkAir dan Scoot hanya bersisa 2.400, baik di Singapura maupun di luar negeri.
SIA telah berdiskusi dengan serikat pekerja yang berbasis di Singapura untuk mengatur pemangkasan ini dan meminimalisir dampak stress dan kecemasan.