İqbal Musyaffa
21 Mei 2018•Update: 21 Mei 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih sulit kembali ke level Rp13 ribuan. Senin pagi, rupiah masih berada pada level Rp14.170 per dolar AS.
“USD masih berpotensi bullish [terus naik] terhadap rupiah dengan level resistence lanjutan berada pada level Rp14.250 dan level support sebesar Rp14.125,” jelas Analis Global Market Bank Mega James Evan Tumbuan kepada Anadolu Agency, Senin, yang menyebut kenaikan dolar AS ini tidak terlepas dari masih tingginya permintaan di pasar.
Dollar indeks hari ini menguat ke angka 93,83 dan diperkirakan akan terus bergerak menuju level 94,24.
Penguatan indeks dollar tersebut, menurut Evan, lebih karena meningkatnya risiko politik di Eropa setelah terpilihnya partai populis Five Star Movement dan partai Liga di Italia yang menjanjikan pemotongan pajak besar-besaran di Italia serta menambah anggaran belanja sosial. Akibatnya, kekhawatiran akan terjadinya penurunan peringkat surat utang Italia meningkat dan membuat Euro tertekan.
Kemudian, Evan memperkirakan yield surat utang negara (SUN) Indonesia akan bergerak naik seiring kemungkinan melemahnya rupiah akibat menguatnya dollar AS dan dampak dari naiknya suku bunga acuan BI yang kini ditetapkan sebesar 4,5 persen.
“Yield SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 7,2 persen hingga 7,5 persen,” tambah Evan.