Ekonomi

Perpres mobil listrik akan terbit awal Mei

Peluncuran Perpres mengenai kendaraan listrik sudah dua kali meleset dari target yang pemerintah janjikan, yakni pada akhir 2017 dan akhir Januari 2019

İqbal Musyaffa   | 22.04.2019
Perpres mobil listrik akan terbit awal Mei Ilustrasi: Mobil listrik. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Iqbal Musyaffa

JAKARTA

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan rancangan Peraturan Presiden tentang mobil listrik akan keluar pada awal Mei mendatang.

Menurut Menteri Luhut, saat ini rancangan Perpres sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Menko Luhut mengakui pemerintah tertinggal dalam menerbitkan aturan tentang mobil listrik karena industri transportasi yang dipelopori Bluebird sudah mulai menggunakan mobil listrik sebagai armada taksi.

“Ada beberapa aturan yang harus disinkronisasi antar kementerian maupun lembaga, sehingga memerlukan waktu yang cukup alot,” jelas dia saat ditemui dalam peluncuran taksi listrik di Jakarta, Senin.

Meski begitu, dia menegaskan pemerintah siap mendukung apa pun yang dapat membuat program mobil listrik di Indonesia bisa berjalan.

Menko Luhut menegaskan program mobil listrik sangat penting untuk ketahanan energi karena impor energi fosil Indonesia per tahun sangat besar mencapai Rp350 triliun.

Menurut dia, Indonesia saat ini juga sudah memiliki industri baterai litium untuk mobil listrik di Morowali Mandar dengan pekerja mencapai 40 ribu orang.

Pemerintah juga memberikan insentif untuk pengadaan mobil listrik berupa pembebasan Bea Masuk dan PPNBM.

“Kita juga bisa kolaborasi dengan produsen mobil sehingga kita bisa memiliki mobil listrik dalam negeri sendiri,” tambah Menko Luhut.

Sebagai informasi, peluncuran Perpres mengenai kendaraan listrik sudah dua kali meleset dari target yang pemerintah janjikan, yakni pada akhir 2017 dan akhir Januari 2019.

Perpres tersebut sebagai tanggapan atas pertemuan Conference of Parties (COP) ke-21 tahun 2015. Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon hingga 29 persen pada 2029-2030 mendatang.

Presiden Jokowi kemudian menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) pada Maret 2017 untuk memperkuat komitmen tersebut.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemerintah akan mendukung pengembangan ekosistem mobil listrik.

Menurut dia, PLN sudah memasang 1600 stasiun pengisian listrik umum (SPLU) dan akan bertambah menjadi 2000 unit pada tahun ini.

“Pengisian listrik pada malam hari jam 10 hingga jam 6 pagi akan mendapatkan diskon 30 persen dari Rp1.476/kwh menjadi Rp1.000,” jelas Menteri Jonan.

Dengan begitu, dia mengatakan biaya penggunaan listrik sebagai bahan bakar kendaraan akan lebih murah 40 persen dari harga bahan bakar jenis Premium untuk jarak tempuh yang sama.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.