İqbal Musyaffa
21 Maret 2018•Update: 21 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada forum bisnis pengusaha Indonesia dan Tiongkok di Jakarta, Rabu, mengatakan siap mendukung pengusaha lokal untuk melakukan ekspansi perdagangan ke Tiongkok.
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok Datu Sri Tahir mengatakan pemerintah memiliki kewajiban untuk mendorong pengusaha Indonesia mendunia.
Pada November mendatang Tiongkok akan mengadakan eksibisi ekspor-impor, dan Tahir menyatakan siap mengirim ratusan pengusaha Indonesia ke ajang tersebut.
“Ajang itu jadi kesempatan besar untuk kita. Tiongkok memberikan kita kesempatan dalam meningkatkan perdagangan, karena mereka tidak hanya ekspor tapi juga butuh impor,” ungkap Tahir.
Dia juga mengatakan bahwa Indonesia kini tidak akan lagi mengekspor bahan mentah karena pemerintah menekankan untuk mendapatkan nilai tambah dari setiap produk komoditas yang akan diekspor.
Di hadapan para pengusaha Tiongkok dan Indonesia, Tahir juga mengungkap bahwa Indonesia memiliki banyak sumber daya maritim, mineral, rempah-rempah, dan destinasi wisata yang indah. Terlebih wisatawan Tiongkok ke Indonesia terus berkembang.
Pada 2017, wisatawan Tiongkok ke Indonesia mencapai dua juta orang, melampaui tahun 2016 yakni 1,3 juta kunjungan.
“Selain Bali, kita memiliki 10 destinasi baru untuk ditawarkan. Kita mau jual pariwisata kita sebagai negara dengan penduduk yang ramah dan siap melayani turis,” imbuh dia.
Tahir mengatakan, karakteristik pariwisata Indonesia berbeda dengan Thailand yang menawarkan wisata seksual.
“Kita tidak menawarkan itu. Yang kita tawarkan adalah pariwisata dengan kualitas budaya tingkat tinggi, keramahtamahan penduduk, keindahan, serta makanan yang nikmat,” Tahir menekankan.
Selain mendorong pengusaha Indonesia berekspansi ke Tiongkok, Tahir juga mengajak pengusaha negeri Tirai Bambu untuk berinvestasi di sektor industri padat karya.
“Kita ajak mereka memindahkan industri lokalnya ke Indonesia,” tambah dia.
Dia juga memastikan kepada pengusaha Tiongkok bahwa mereka secara legal dan hukum akan aman dalam melakukan investasi di Indonesia.