İqbal Musyaffa
06 Desember 2019•Update: 09 Desember 2019
JAKARTA
Pengusaha dan juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengaku gembira dengan langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang mencopot I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra sebagai direktur utama Garuda Indonesia.
“Selama ini ada upaya untuk membuat industri penerbangan kompetitif, tapi dipersulit,” jelas Haryadi di Jakarta, Jumat.
Haryadi mengatakan sektor perhotelan dan restoran bersyukur dengan adanya pencopotan tersebut karena selama ini pengusaha pariwisata banyak yang mengeluh karena ada indikasi kartel di industri penerbangan oleh Garuda Indonesia.
“Kita komplain karena dia penyebabnya dan dia yang menciptakan kartel, mendikte pasar, sampai Traveloka juga dipencet sama dia segala macam dan tidak fair,” ungkap Haryadi.
Dia berharap langkah Kementerian BUMN ini dapat menjadi titik balik pembenahan di industri penerbangan dan juga sektor pariwisata serta konektivitas antar wilayah.
“Kita bicara pertumbuhan ekonomi juga, bayangkan bukan hanya penumpang yang kena masalah, kargo juga jadi mahal banget naik gak kira-kira, kan ganggu banget,” keluh dia.
Haryadi berharap sektor penerbangan bisa menjadi kompetitif dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk bisa membeli tiket pesawat.
“Kalau kemarin tidak kompetitif karena dibandingkan dengan rute yang sama di ASEAN maupun Eropa untuk penerbangan 1-2 jam, LCC kita lebih mahal,” kata dia.
Haryadi menambahkan apabila tidak ada kompetisi yang sehat, pasti harga akan mahal sehingga rakyat yang dirugikan, khususnya untuk wilayah timur Indonesia yang terganggu akibat adanya penurunan jumlah pengunjung.