13 Juli 2017•Update: 13 Juli 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah Indonesia berusaha mendorong ekspor non migas ke Korea Selatan (Korsel). Kementerian Perdagangan memfasilitasi forum bisnis pengusaha Indonesia dengan Korea Importers Association (KOIMA) di Jakarta, Kamis.
Korsel merupakan salah satu investor terbesar dan mitra dagang terbesar ke-7 bagi Indonesia. Nilai total perdagangan Indonesia-Korsel sebesar USD 13,68 miliar pada 2016 atau menurun 15,79% dibandingkan tahun lalu.
“Pertemuan bisnis merupakan bagian dari Misi Pembelian KOIMA yang diharapkan dapat menciptakan perdagangan yang seimbang antara Indonesia dengan Korsel,” jelas Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward.
Total investasi Korsel di Indonesia pada 2016 tercatat USD 1,06 miliar. Kemudian, nilai ekspor Indonesia ke Korsel sebesar USD 7 miliar pada 2016 atau menurun 17,53 % dalam lima tahun terakhir. Sedangkan pada Januari-April 2017, ekspor Indonesia ke Korsel senilai USD 2,64 miliar atau meningkat 14,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Korea sebesar USD 6,67 miliar pada 2016 atau menurun 13,82% dalam lima tahun terakhir, sedangkan pada Januari-April 2017, impor Indonesia dari Korsel senilai USD 2,11 miliar atau meningkat 30,81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
KOIMA sendiri merupakan asosiasi perdagangan Korsel yang bertujuan mempromosikan dan mendorong perdagangan sebagai sarana untuk berkontribusi secara substansial terhadap perekonomian Korsel. Misi Pembelian ini adalah salah satu kegiatan utama KOIMA yang didukung Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea, serta Kementerian Luar Negeri Korea dan diselenggarakan 4-5 kali per tahun.
Menurut Dodu, ketahanan perekonomian Indonesia terhadap gejolak ekonomi global dinilai cukup baik dengan pertumbuhan positif, selaras dengan pertumbuhan pendapatan per kapita negara sebesar 4,64%. Pada Januari 2017, inflasi tercatat di titik yang relatif rendah, yaitu 3,45%.
“Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1% dan inflasi 4,3% pada 2017. Ruang bagi Indonesia dan Korea untuk meningkatkan kerja sama cukup besar mengingat reformasi ekonomi yang digalakkan Indonesia sejak September 2015,” ungkap Dody.
Forum kali ini dihadiri oleh Chairman KOIMA Myoung Jin Shin, sekaligus memimpin perwakilan 66 perusahaan delegasi KOIMA. Hadir pula Wakil Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan dan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Tae-young Cho.