
Jakarta Raya
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia menjelaskan ada tiga jenis transfer dana perbankan di Indonesia, antara lain sistem kliring nasional BI (SKNBI), Real Time Gross Settlement (RTGS), dan transfer online.
Pada umumnya masyarakat lebih banyak mengetahui transfer dana secara online melalui ATM ataupun mobile banking dan internet banking.
Bank Indonesia memberikan edukasi transfer dana perbankan terkait dengan penyempurnaan sistem kliring nasional atau SKNBI yang berlaku per 1 September 2019.
Dalam penyempurnaan sistem tersebut, BI memangkas biaya transfer, sehingga masyarakat perlu mengetahui perbedaan jenis transfer dan biayanya.
Direktur Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran BI Ery Setiawan, dalam diskusi media di Jakarta, Selasa, menjelaskan perbedaan antara ketiga sistem tersebut.
SKNBI
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) merupakan infrastruktur yang digunakan dan dimiliki oleh BI dalam penyelenggaraan transfer dana melalui kliring berjadwal untuk memroses data keuangan elektronik (DKE) pada layanan transfer dana, layanan kliring warkat debit, layanan pembayaran reguler, dan layanan penagihan reguler.
Masyarakat bisa mengirim melalui sistem ini dengan datang langsung ke kantor cabang bank untuk melakukan transfer atau melalui pilihan pada mobile banking perbankan saat memilih menu transfer.
Biasanya pengguna mobile banking tidak banyak yang tahu karena lebih terbiasa dengan pengiriman transfer online.
Padahal, biaya transfer melalui sistem kliring ini lebih murah, yakni maksimal hanya Rp5.000 dan pada 1 September nanti akan dipangkas oleh BI menjadi Rp3.500 per transaksi.
Namun, penerima dana transfer harus menunggu hingga 4 jam sampai dana yang ditransfer bisa masuk ke rekeningnya karena waktu proses setelmen transfer dana kliring dalam sehari sebanyak 5 kali.
Sementara pada 1 September nanti, masa proses pengiriman kliring dipangkas menjadi hanya 2 jam karena waktu proses setelmen transfer kliring ditambah menjadi 9 kali.
RTGS
Real Time Gross Settlement (RTGS) adalah layanan yang biasa digunakan untuk transaksi atau pengiriman uang dalam jumlah besar dengan jumlah minimal lebih dari Rp100 juta per transaksi.
RTGS ini biasanya digunakan untuk transfer antar bank, seperti transfer yang dilakukan oleh bank A ke bank B dengan biaya transaksi sebesar Rp35 ribu.
Meski begitu, sistem transfer ini juga bisa digunakan oleh orang per orangan selama memenuhi batas minimal transfer yang ditetapkan.
Transfer Online
Transfer online adalah cara pengiriman uang yang paling sering dipakai oleh masyarakat, seperti melalui ATM.
Transfer ini dilakukan oleh nasabah dari satu bank untuk penerima yang menggunakan bank yang sama ataupun bank berbeda melalui perantara lembaga switching seperti ALTO, Prima, GPN, dan ATM Bersama.
Biaya transfer yang dikenakan untuk layanan ini bervariasi yang ditentukan oleh lembaga switchingnya, antara Rp6.500-Rp7.500 per transaksi. Dengan layanan ini, dana yang ditransfer bisa langsung diterima oleh penerima karena lembaga switching melayani transaksi 24 jam dalam 7 hari.
Begitulah perbedaan jenis transfer dan biayanya. Nasabah dapat menggunakan jenis transfer yang paling murah dan sesuai kebutuhannya.
“Dari setiap transaksi tersebut ada perbedaan dari sisi waktu dan biaya, dengan tujuan utamanya adalah bank sentral ingin mendorong retail payment,” jelas Ery.
Dia menegaskan BI ingin membuat sistem pembayaran ritel lebih cepat dengan biaya yang semakin murah.
“Cita-cita bank sentral mau mengerem laju pertumbuhan uang tunai, karena memang dengan nontunai akan lebih efisien," kata Ery.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.