Hayati Nupus
28 Januari 2021•Update: 28 Januari 2021
JAKARTA
Myanmar tengah merumuskan aturan untuk mengekspor madu ke pasar Uni Eropa.
Ketua Asosiasi Pemeliharaan Budidaya Myanmar Aung Khaing Htwe mengatakan sejauh ini proses perumusan aturan telah rampung 50 persen.
“Saya kira kita bisa mengekspornya akhir tahun ini,” ujar Htwe, kutip the Myanmar Times.
Kementerian Perdagangan Myanmar menargetkan untuk mengirimkan 800 ton madu hingga akhir tahun ini.
Negara itu memiliki sekitar 670 hektar peternakan lebah untuk memproduksi 4.000-5.000 ton madu setiap tahun.
Selain untuk kebutuhan domestik, negara itu juga mengekspor 2.000-3.000 ton madu ke Jepang dan China setiap tahun.
Dengan itu saja, ekspor madu ke Jepang memberi Myanmar untung sekitar USD4 juta per tahunnya.