Ekonomi, Nasional

Menteri Jonan tawarkan SPBU dan proyek transportasi Uni Emirat Arab

Masdar, perusahaan asa UEA mendapatkan hak istimewa dalam proyek Cirata

Muhammad Nazarudin Latief  | 05.07.2019 - Update : 05.07.2019
Menteri Jonan tawarkan SPBU dan proyek transportasi Uni Emirat Arab Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan (kiri) bersama Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei. (Foto Kementerian ESDM - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Muhammad Latief

JAKARTA (AA) – Indonesia menawarkan proyek-proyek pembangunan SPBU dan sektor transportasi pada investor dari Uni Emirat Arab.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasiun Jonan mengatakan investor dari UEA cocok untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar mengingat jumlahnya yang masih terbatas di sejumlah daerah.

“Dibutuhkan lebih dari 500 SPBU,” ujar Menteri Jonan dalam siaran persnya, Jumat.

Menteri Jonan sebelumnya menerima kunjungan Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei untuk menindaklanjuti pembentukan Joint Economic Task Force antar-kedua negara.

Perusahaan asal UEA, Masdar saat ini sedang bermitra dengan PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) membangun proyek PLTS Terapung atau floating solar photovoltaic power plant di Cirata, Jawa Barat.

Nilai investasinya sekitar USD150-200 juta dengan kapasitas 145 mega watt (MW).

Selain Masdar yang mempunyai hak istimewa pada proyek tersebut, pemerintah saat ini sedang mencari rekanan lain.

“Selain itu ada juga yang menarik seperti peningkatan frekuensi penerbangan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab,” ujar Menteri Jonan.

Menteri Suhail menyatakan ketertarikan PEA untuk menambah kerja sama penerbangan komersial.

Menurut dia, saat ini Indonesia juga sedang giat mengembangkan infrastruktur dan berencana untuk melelang sejumlah konsesi proyek infrastruktur kepada pihak asing agar dapat lebih berkembang dan kompetitif, seperti pembangunan jalan tol.

Menurut dia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan salah satu anggota G20, Indonesia merupakan mitra kerja sama dengan peluang ekonomi yang strategis, serta akan mendukung pengembangan infrastruktur Indonesia.

“Minat investasi UEA di Indonesia terutama di sektor energi, pariwisata, serta pembangunan infrastruktur,” ujar Menteri Suhail.

Ada delapan peminat

Proyek Cirata sendiri saat ini diminati oleh delapan perusahaan asing.

Mereka sudah diminta menyerahkan proposal penawaran pada 12 Juli dan akan diumumkan pemenangnya pada 19 Agustus.

Delapan perusahaan itu terdiri dari tiga perusahaan Jepang, dua perusahaan Arab Saudi, satu perusahaan Tiongkok, satu perusahaan Korea, dan satu perusahaan Uni Emirat Arab.

Masdar, perusahaan asal UEA itu mendapat hak istimewa, yaitu menyamakan tawaran (right to match) dengan perusahaan lain yang mengikuti tender.

Ini karena Masdar telah memiliki perjanjian kerja sama dengan PJB untuk pembangunan PLTS Cirata.

Perjanjian kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara PJB dan Masdar pada 16 Juli 2017 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.