Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 Juni 2020•Update: 23 Juni 2020
Mehmet Nuri Ucar
ISTANBUL
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yaman Mohamed al-Maytami mengundurkan diri pada Minggu sebagai tanggapan atas serangan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang didukung oleh Uni Emirat Arab dan sebagai reaksi atas kudeta di Provinsi Socotra.
Media lokal melaporkan Mohamed al-Maytami mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.
Al-Maytami juga menuduh sejumlah negara yang menjadi bagian dari koalisi pimpinan Arab Saudi berusaha memecah belah Yaman.
Pekan lalu, pasukan kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Uni Emirat Arab menyatakan pemerintahan sendiri dan keadaan darurat di ibu kota sementara Aden dan beberapa provinsi di selatan, meningkatkan ketegangan di Socotra serta provinsi lainnya.
Pemerintah Yaman dan Provinsi Hadhramaut, Shabwa, al-Mahra, Abyan dan administrasi Socotra telah menolak langkah yang juga menuai kritik internasional itu.
Selain itu, seorang pejabat pemerintah Yaman mengatakan pada Sabtu bahwa milisi STC telah melakukan kudeta penuh di Provinsi Socotra.
Pejabat itu mendesak koalisi yang dipimpin Saudi untuk membantu menghentikan kekacauan, kerusuhan dan agresi yang dilakukan oleh milisi dan mengimplementasikan ketentuan-ketentuan dari perjanjian Riyadh.
Yaman telah dilanda oleh kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk Sana'a.
Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer yang dipimpin Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan merebut kembali kekuasaan teritorial Houthi.
Puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, terbunuh dalam konflik yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan mengakibatkan jutaan orang berisiko kelaparan.