Muhammad Nazarudin Latief
08 April 2020•Update: 08 April 2020
JAKARTA
Pemerintah Malaysia menyiapkan zonasi kode warna yang berkaitan dengan Covid-19 yang memungkinkan adanya kelonggaran bagi masyarakat dari zona hijau, ujar Menteri Senior Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.
Namun, dia mengatakan persiapan tersebut belum selesai dan harus ditinjau secara lebih detail.
Dia mengatakan prosedur operasi standar (SOP) tentang masalah itu akan dibahas dalam pertemuan komite Kabinet khusus oleh Dewan Keamanan Nasional (NSC) dan Kementerian Dalam Negeri.
SOP juga akan menangani banyak aspek post-movement control order (MCO) atau karantina di Malaysia.
“Prosedur ini akan melihat bagaimana mengatasi masalah yang mempengaruhi pergerakan manusia serta operasi bisnis tanpa membahayakan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19.
“Semua ini harus dipelajari. Kita tahu bahwa orang-orang gelisah setelah terkurung di rumah mereka selama sebulan.
"Tapi kami tidak ingin orang bergerak bebas dan kemudian harus membalikkan keputusan dan memaksakan MCO yang lebih lama," kata dia.
Kasus Covid-19 Malaysia dipecah menjadi empat kategori: Hijau (tidak ada kasus); Kuning (1-20 kasus), Oranye (21 hingga 40 kasus) dan Merah (40 kasus ke atas).
Putrajaya, Rembau dan Kota Baru adalah beberapa wilayah yang dikategorikan sebagai zona merah.
Di antara daerah yang dikategorikan sebagai zona hijau adalah Yan di Kedah, Machang di Kelantan, Hulu Terengganu di Terengganu dan Kampar di Perak.
Ismail Sabri mengatakan SOP baru ini juga. Untuk mempersiapkan masyarakat setelah 14 April, yang merupakan hari terakhir dari fase kedua MCO.
Pemerintah sebelumnya sudah mengeluarkan perintah karantina wilayah dari 18-31 Maret dan memperpanjang 1 hingga 14 April.
Dia juga tidak menunjukkan akan memperpanjang atau mengakhiri MCO setelah tahap kedua berakhir, Departemen Kesehatan menurut dia terus mengevaluasi pandemi ini.
SOP, kata dia, diperlukan untuk memastikan apa yang terjadi di negara-negara tertentu yang telah mencabut perintah pembatasan mereka.
Sebagai contoh, dia mengatakan NSC dan Kementerian Dalam Negeri akan menentukan apakah akan mengizinkan masyarakat di zona hijau keluar dari areanya, karena ada kekhawatiran bahwa pergerakan mereka bisa mengubah area tersebut menjadi kuning atau bahkan merah.
“Pihak berwenang juga harus menentukan apakah pabrik di zona hijau diizinkan beroperasi jika beberapa pekerjanya tinggal di zona merah dan akan memasuki zona hijau untuk bekerja.
"Semua detail ini perlu ditimbang dengan cermat," kata dia.
Menteri juga mengatakan bahwa komite Kabinet khusus diberitahu bahwa pihak berwenang melakukan 403 penangkapan pada Senin.
Dari 403 yang ditangkap, 347 dikirim dan 56 diizinkan bebas dengan jaminan.
Hingga kini sebanyak 6.451 orang telah ditangkap sejak dimulainya MCO pada 18 Maret.