Muhammad Nazarudın Latıef
07 Februari 2020•Update: 07 Februari 2020
JAKARTA
Lalu lintas penumpang global pada 2019, diukur dalam revenue passenger kilometres (pendapatan kilometer penumpang/RPK), naik sebesar 4,2 persen menurut International Air Transport Association (IATA).
Namun, kenaikan ini lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan 7,3 persen yang dicatat pada 2018, menjadikan 2019 tahun pertama permintaan penumpang turun di bawah tren jangka panjang sekitar pertumbuhan tahunan sekitar 5,5 persen sejak krisis keuangan global 2009.
Direktur Jenderal dan Kepala Eksekutif IATA, Alexandre de Juniac mengatakan maskapai penerbangan memiliki kinerja yang baik mempertahankan pertumbuhan tahun lalu meski menghadapi berbagai tantangan.
"Latar belakang ekonomi yang lebih lembut, aktivitas perdagangan global yang lemah, dan ketegangan politik dan geopolitik membuat permintaan turun,” ujar dia seperti dilansir The Star Malaysia, Jumat.
De Juniac mengatakan lalu lintas penumpang internasional meningkat 4,1 persen dibandingkan dengan 2018, sementara perjalanan udara domestik meningkat 4,5 persen, dengan semua pasar menunjukkan pertumbuhan tahunan, dipimpin oleh China dan Rusia.
Dia menjelaskan bahwa 2019 adalah tahun yang sulit bagi sektor penerbangan, sedangkan 2020 sangat menantang karena wabah virus korona.
"Saat ini tidak ada saran dari Organisasi Kesehatan Dunia untuk membatasi perjalanan atau perdagangan, tetapi jelas bahwa permintaan telah jatuh pada rute yang terkait dengan China, dan maskapai penerbangan menanggapi hal ini dengan memangkas kapasitas untuk China domestik dan internasional.
"Situasinya berkembang cepat, tetapi kami mengamati penyesuaian jadwal yang signifikan untuk Februari," tambah De Juniac.