Iqbal Musyaffa
17 Februari 2020•Update: 18 Februari 2020
JAKARTA
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja impor Indoenesia pada Januari 2020 juga masih lesu, sebagaimana juga terjadi pada kinerja ekspor.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan total impor Indonesia pada Januari sebesar USD14,28 miliar. Nilai impor tersebut turun 1,6 persen dari USD14,51 miliar pada Desember 2019 dan juga turun 4,78 persen dari USD14,99 miliar pada Januari 2019.
Total impor tersebut terdiri dari impor migas sebesar USD1,99 miliar dan impor nonmigas sebesar USD12,29 miliar.
“Berdasarkan penggunaan barang, ada penurunan barang konsumsi secara bulanan sebesar 11,19 persen dan meningkat 20,26 persen secara tahunan,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan total impor barang konsumsi pada Januari sebesar USD1,47 miliar dan penurunan impor barang konsumsi secara bulanan tersebut karena adanya penurunan impor apel, jeruk mandarin, dan anggur dari China.
“Kemudian impor bahan baku pada Januari sebesar USD10,58 miliar yang meningkat secara bulanan sebesar 1,67 persen, sementara secara tahunan turun 7,35 persen,” kata dia.
Bahan baku/penolong masih menjadi sumber impor utama Indonesia dengan komposisi 74,09 persen dari total impor.
Selanjutnya, impor barang modal pada Januari sebesar USD2,23 miliar mengalami penurunan 8,99 persen secara bulanan akibat adanya penurunan impor laptop dari China dan radio remote control dari Thailand.
Sementara bila dilihat secara tahunan, impor barang modal mengalami penurunan 5,26 persen.