Muhammad Latief
02 Oktober 2017•Update: 02 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia meminta pada Australia untuk memperhatikan kepentingan
rakyat Indonesia jika ingin perundingan Indonesia-Australia Comprehensive
Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) segera diselesaikan.
Kedua negara mulai Senin hingga Jumat mendatang menggelar
perundingan CEPA putaran ke sembilan.
Ketua delegasi Indonesia Deddy Saleh menekankan, IA-CEPA harus
bisa menjawab kebutuhan rakyat Indonesia.
Pemerintah juga harus bisa mempertanggungjawabkan capaian dalam
perundingan ini pada rakyatnya.
Dalam perundingan ke-9 ini, kedua negara sepakat untuk
mengedepankan prinsip yang saling mengerti kepentingan kedua negara.
Kedua negara juga “mempertimbangkan sensitivitas di masing-masing pihak.”
Ketua delegasi Australian Trudy Witbreuk mengatakan pihaknya
sepakat untuk mengintensifkan perundingan pada kerja sama ekonomi.
Isu-isu utama yang dibahas dalam pertemuan itu adalah perdagangan
barang, termasuk ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitasi
perdagangan, hambatan teknis perdagangan, serta sanitasi dan fitosanitasi.
Kemudian soal perdagangan jasa yaitu jasa keuangan, pergerakan perseorangan,
jasa keuangan, dan telekomunikasi.
Isu lainnya adalah masalah investasi, perdagangan elektronik, dan
ketentuan kerangka kelembagaan.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan
Menteri Perdagangan Australia Steven Ciobo sama-sama berharap perundingan
ini bisa selesai akhir tahun.
Kedua negara juga sudah sepakat menurunkan tariff, Indonesia akan
menurunkan tarif impor gula (raw sugar), dari 8 persen menjadi 5 persen
sedangkan Australia menghilangkan tarif untuk herbisida dan
pestisida asal Indonesia.