Barry Eitel
30 November 2017•Update: 30 November 2017
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Dalam pidato terakhirnya sebagai Kepala Federal Reverse atau The Fed, bank sentral AS, pada Rabu, Janet Yellen menyatakan keyakinannya pada pertumbuhan ekonomi AS, namun memperingatkan potensi meningkatnya utang masyarakat dan ketimpangan pendapatan.
Yellen juga mengatakan, The Fed berencana untuk menaikkan suku bunga secara bertahap supaya inflasi tak serta-merta melonnjak.
“Kami tidak menginginkan kondisi yang mendadak dalam ekonomi,” ujar dia kepada parlemen AS seraya Yellen bersiap mengundurkan diri dari posisinya di bank sentral ini di Februari.
Kembali dia mengingatkan potensi kenaikan jumlah utang publik.
Awal bulan ini, Presiden Donald Trump berkata tidak akan menominasikan Yellen kembali menjadi kepala The Fed untuk masa jabatan kedua, sebuah tindakan yang mendobrak tradisi AS. Alih-alih, Trump menunjuk Jerome Powell, anggota Partai Republik yang sebelumnya duduk di dewan direksi The Fed. Powell dikabarkan memiliki filosofi ekonomi serupa Yellen.
Di hadapan Senat, Selasa, Powell berkata dirinya akan meneruskan kebijakan The Fed yang akan menormalisasi ekonomi secara perlahan, menyusul kenaikan suku bunga yang terjadi setelah krisis ekonomi 2008.
Segera setelah itu, Yellen mengumumkan dirinya akan mengundurkan diri sepenuhnya dari dewan direksi The Fed bersamaan dengan berakhirnya masa jabatannya di Februari. Padahal, masa jabatan Yellen sebagai anggota dewan direksi baru akan berakhir di 2024.
Selama bertugas, Yellen dianggap telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan ekonomi AS. Salag satunya menurunkan tingkat pengangguran hingga ke angka 4,1 persen, yakni yang terendah selama 20 tahun ini.
“Ekspansi ekonomi kini terus meluas, lintas sektor dan berbasis pada ekonomi global,” ujar dia.
Yellen, dalam pidatonya, juga menyinggung soal undang-undang yang disusulkan senat, yang bertujuan merombak ketentuan pajak. Dia mengaku merasa terganggu oleh laporan dari Badan Anggaran Kongres yang menyatakan peraturan tersebut dapat memperlebar utang negara.
Dia mengatakan pada parlemen, dukungan pada sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan inovasi harus menjadi fokus utama. Menurutnya, pertumbuhan produktivitas AS yang “sangat rendah” akan terus mengekang ekonomi dan menyebabkan stagnansi upah pekerja.