Erric Permana
18 Maret 2020•Update: 19 Maret 2020
JAKARTA
Presiden Joko Widodo meminta ada penghitungan terhadap dampak turunnya harga minyak dunia terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan non subsidi di dalam negeri.
Saat ini harga minyak dunia mencapai USD30 per barel.
Dalam rapat terbatas melalui video conference, Presiden yang disapa Jokowi itu meminta penurunan harga minyak dunia dijadikan peluang untuk perekonomian Indonesia.
"Dihitung berapa lama kira-kira penurunan ini akan terjadi, kemudian perkiraan harga ke depan harus merespons dengan kebijakan yang tepat dan kita harus bisa manfaatkan momentum," kata Jokowi -- sapaan akrab Joko Widodo -- pada Rabu.
Selain membahas mengenai harga minyak dunia, rapat terbatas juga membahas harga gas industri.
Presiden Jokowi mengatakan pada 6 Januari lalu dirinya telah memberikan tiga opsi kepada menteri untuk mengkaji penurunan harga gas industri yang saat ini masih tinggi.
"Opsi pertama mengurangi atau bahkan menghilangkan jatah pemerintah. Opsi kedua adalah pemberlakuan domestic market obligation (DMO) opsi yang ketiga bebas impor gas untuk industri," kata dia.
Dia juga mengingatkan menterinya untuk melakukan verifikasi terhadap industri yang nantinya mendapatkan insentif penurunan harga gas.
Sementara industri yang mendapat insentif harus mampu memberikan dampak pagi perekonomian Indonesia.
Jika tidak, Jokowi ingin ada hukuman bagi industri tersebut.
"Industri yang diberi insentif harus mampu meningkatkan kapasitas produksinya, meningkatkan investasi barunya, dan mampu meningkatkan efisiensi proses produksinya sehingga produknya menjadi lebih kompetitif," tegas dia.