Muhammad Nazarudin Latief
04 September 2018•Update: 05 September 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Masyarakat Indonesia terus dimanjakan dengan program diskon besar-besaran baik di mal maupun daring. Kali ini, belasan perusahaan e-commerce bergabung meluncurkan festival belanja daring “Festival 9.9 Super Shopping Day”.
Country Manager Shopback Indra Yonathan mengatakan transaksi e-commerce selalu meningkat pada akhir tahun. Festival ini, menurut dia, akan membuat transaksi makin meningkat.
“Kami berharap para pemain e-commerce berkontribusi pada pertumbuhan industri digital di Indonesia,” ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Festival yang dimulai 27 Agustus lalu hingga 9 September mendatang menawarkan diskon hingga 99 persen. Platform yang berpartisipasi antara lain Berrybenka, Bhinneka, e-mas, Fabelio, HappyFresh, Hijabenka, Honestbee, Jakmall, Lemonilo, ORORI, Ruparupa, Shopee, Shopback, dan VIP Plaza.
Head of Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo mengungkapkan, pasar e-commerce Indonesia tumbuh pesat dengan dukungan pengguna telepon pintar yang semakin tinggi.
Radityo mengklaim, situs belanjanya dikunjungi oleh 110 juta pengunjung tiap bulan. Potensi ini terus membesar seiring penetrasi telepon pintar yang makin dalam ke tengah masyarakat yang akan berlanjut dengan kegiatan belanja online.
Sebelumnya, Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menggelar Hari Belanja Diskon Indonesia (HBD Indonesia) sebagai bagian dari perayaan Kemerdekaan Indonesia. Ini adalah acara budaya berbelanja yang diharapkan semeriah Black Friday di Inggris.
Selain itu, sejak 2012 para pelaku e-commerce juga menyelenggarakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dengan diskon besar-besaran. Tahun ini, Harbolnas jatuh pada 12 Desember.
Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan sepanjang 2017 pengguna internet di Indonesia mencapai 143,2 juta jiwa. Penyebarannya juga sudah mulai merata, dengan jumlah sekitar 15 persen di antaranya yang berada di Indonesia bagian timur.
Studi dari Google dan Temasek, pengguna belanja online di Indonesia akan mencapai 119 juta pada 2025 mendatang.
“Pertumbuhan belanja online di Indonesia begitu pesat,” ujar Radityo.
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan program ini bisa memberdayakan lebih banyak produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal dengan membawanya pada ekosistem ekonomi digital.