Muhammad Latief
02 Oktober 2017•Update: 02 Oktober 2017
Muhammad Latief
DEPOK
Rumah Susun berkonsep Transit Oriented Development (TOD) akan mulai di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin, demikian dikatakan Head of Corporate Communication Perumnas, Dian Rahmawati.
Tiga orang menteri, yaitu Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dijadwalkan menghadiri proyek groundbreaking ini.
“Selain itu hadir juga Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro,” ujar Dian.
Ini merupakan proyek holding antar-BUMN. Perumnas sebagai perusahaan perumahan akan membangun hunian di atas lahan strategis di sekitar stasiun milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan nilai investasi mencapai Rp 2 triliun. Proyek ini diperkirakan bisa menciptakan sebanyak 5.000 unit hunian baru.
Total rumah susun yang akan dibangun sebanyak 10 tower, dengan TOD terbesar di Bogor yang mencapai 6 tower dan masing-masing 2 tower di Tanjung Barat dan Pondok Cina. Kelebihan lain TOD di Bogor, apartemennya akan berada di atas stasiun. Rumah susun ini akan dipasarkan harganya mulai Rp6 jutaan hingga Rp15 juta per m2. Status kepemilikannya adalah hak pakai selama 30 tahun dan bisa diperpanjang.
Pembangunan rusun di lahan stasiun dilatarbelakangi kereta rel listrik (KRL) commuter line yang menjadi satu moda transportasi andalan masyarakat kawasan Jabodetabek. Mayoritas pengguna kereta harus menempuh jarak tempuh antara rumah dan stasiun sejauh 1-10 kilometer. Kondisi ini memunculkan ide perlu adanya hunian yang terintegrasi atau dekat dengan stasiun KRL.
“Ini mendekatkan jarak pengguna kereta api. Ada efisiensi biaya, waktu, dan tenaga, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup di perkotaan,” ujar Dian.