Ovunc Kutlu
12 April 2018•Update: 12 April 2018
Ovunc Kutlu
ANKARA
Harga minyak mentah Brent pada Rabu mencapai level tertinggi sejak lebih dari tiga tahun ke belakang, usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menembakkan rudal ke Suriah.
Nilai minyak Brent melonjak setinggi USD 71,94 per barel pada pukul 14,41 GMT + 3, menandai level tertinggi sejak 3 November 2014 silam, menurut data resmi.
Begitupun dengan harga Amerika West Texas Intermediate (WTI) yang menguat hingga USD 66,38 per barel pada 14,35 GMT + 3 dan menjadi level tertinggi sejak 25 Maret.
Presiden Donald Trump memperingatkan Rusia pada Rabu untuk bersiap-siap menghadapi keterlibatan Amerika di Suriah setelah serangan kimia yang diduga menewaskan puluhan orang.
"Rusia bersumpah akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, baik dan baru dan 'pintar!" ucap Trump lewat akun Twitternya.
Dengan ketegangan yang meningkat atas Suriah, Timur Tengah telah menjadi pusat perhatian lagi bagi investor yang telah mengambil posisi beli yang kuat di pasar minyak global.
Selain itu, para ahli mengatakan, tindakan militer yang mungkin dilakukan oleh AS dan Arab Saudi di Suriah mempertinggi risiko untuk produksi dan ekspor minyak mentah yang aman dari kawasan dan kerajaan, yang dapat menjaga tekanan naik pada harga minyak mentah.
Pada hari Rabu, minyak mentah Brent naik 0,63 persen, sementara WTI naik 0,62 persen secara keseluruhan.