İqbal Musyaffa
15 Juli 2019•Update: 16 Juli 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan data ekspor Indonesia yang mengalami pelambatan pada bulan Juni bila dibandingkan bulan sebelumnya akibat libur panjang lebaran dan Idul Fitri.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan total ekspor Indonesia pada Juni sebesar USD11,78 miliar, turun 20,54 persen dari bulan Mei yang berjumlah USD14,83 miliar.
Total ekspor Juni juga melambat 8,98 persen dari bulan Juni tahun lalu yang berjumlah USD12,94 miliar.
“Tren ekspor Juni dalam tiga tahun terakhir memang selalu turun karena libur lebaran dan fluktuasi harga komoditas,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Pada 2018 ekspor Juni yang berjumlah 12,94 miliar turun dari USD16,2 miliar pada Mei, begitupun pada Juni 2017 turun dari USD14,33 miliar menjadi USD11,66 miliar.
Dia menambahkan pada tahun depan kemungkinan terjadi pergeseran tren penurunan ekspor karena hari raya Idul Fitri bergeser ke bulan Mei.
Suhariyanto menjabarkan penurunan ekspor Juni terjadi pada seluruh sektor, seperti sektor migas yang turun 34,36 persen month to month (mtm) dan 54,69 persen year on year dengan nilai USD0,75 miliar.
Kemudian ekspor pertanian yang berjumlah USD0,21 miliar mengalami penurunan 33,83 (mtm) akibat penurunan ekspor pada tanaman obat aromatik, sarang burung, dan hortikultura.
Sementara itu secara year on year ekspor pertanian meningkat 4,77 persen dengan adanya peningkatan ekspor biji kakao, cengkeh, tembakau, dan hasil hutan bukan kayu secara tahunan.
“Penurunan ekspor secara bulanan juga terjadi pada sektor industri pengolahan,” imbuh dia.
Suhariyanto menguraikan ekspor industri pengolahan pada Juni berjumlah USD9,02 miliar turun 19,62 persen (mtm) akibat menurunnya ekspor pakaian jadi, minyak sawit, kendaraan bermotor roda empat dan lebih, serta besi baja.
Namun, secara tahunan sektor ini mengalami pertumbuhan ekspor 5,41 persen.
Selanjutnya, ekspor sektor pertambangan dan lainnya yang berjumlah USD1,8 miliar turun 16,11 persen (mtm) dan 28,92 persen (yoy).
“Sektor nonmigas masih menjadi penyumbang ekspor utama dengan porsi 93,67 persen dari total ekspor Juni,” tambah dia.