Iqbal Musyaffa
09 Juni 2020•Update: 09 Juni 2020
JAKARTA
Bank Mandiri fokus berinovasi mengembangan layanan digital yang diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan secara berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan aplikasi Mandiri Online yang menjadi salah satu layanan digital unggulan telah digunakan lebih dari 3,6 juta pengguna hingga Maret 2020.
“Jumlah pengguna tumbuh 62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan nilai transaksi mencapai Rp229,5 triliun,” ujar Royke dalam konferensi pers virtual, Senin.
Royke mengatakan pengembangan layanan digital tersebut mengantisipasi masa depan seiring dengan perubahan perilaku konsumen yang cenderung beralih ke channel digital.
“Bank Mandiri sudah mempersiapkan berbagai strategi, baik di segmen wholesale, dan UMKM untuk menjadi modern digital bank sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi kompetisi yang semakin tak berbatas,” lanjut Royke.
Dia menambahkan pada tahun ini, Bank Mandiri mulai memperkenalkan layanan Online Onboarding, sehingga masyarakat tidak perlu ke kantor cabang atau mendownload aplikasi untuk membuka rekening, tetapi cukup mengakses link join.bankmandiri.co.id melalui ponsel atau melakukan scan QR.
Layanan Mandiri Online kini telah menjadi platform e-channel utama yang memiliki layanan lengkap untuk memenuhi kebutuhan nasabah ritel, seperti transfer, pembayaran pajak, BPJS, telepon, kartu kredit, pembelian pulsa, token PLN, pembukaan rekening deposito, informasi transaksi kartu kredit dan lainnya.