Ekonomi, Nasional

Bank Indonesia longgarkan uang muka kredit kendaraan bermotor jadi 0%

Pelonggaran uang muka diberikan untuk pembelian kendaraan bermotor berwawasan lingkungan, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian

Iqbal Musyaffa  | 19.08.2020 - Update : 23.08.2020
Bank Indonesia longgarkan uang muka kredit kendaraan bermotor jadi 0% Ilustrasi: Kendaraan bermotor di Indonesia. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Bank Indonesia menurunkan batasan minimum uang muka (down payment/DP) pemberian kredit/pembiayaan kendaraan bermotor (KKB/PKB) baik untuk roda dua dan empat dari kisaran 5 persen hingga 10 persen menjadi 0 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pelonggaran DP tersebut diberikan untuk pembelian kendaraan bermotor berwawasan lingkungan, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

“Aturan ini berlaku efektif 1 Oktober 2020,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu.

“Ada kebijakan mendorong produksi dan pemakaian kendaraan bermotor ramah lingkungan,” jelas dia.

Menurut Perry, pemerintah diberi kewenangan untuk menentukan definisi kendaraan bermotor ramah lingkungan, apakah hanya jenis kendaraan listrik atau jenis kendaraan lainnya.

“Kami mengikuti saja mana yang termasuk kendaraan bermotor ramah lingkungan yang ditentukan pemerintah,” tambah Perry.

Bank Indonesia, menurut Perry mengatur pelonggaran batasan DP kredit kendaraan bermotor dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan kebijakan ini menjadi bagian dalam konteks sinergi untuk pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, produksi dan penjualan kendaraan bermotor pada kuartal kedua tahun ini tercatat cukup rendah.

Data tersebut menunjukkan produksi mobil hanya 41.520 unit atau turun 87,34 persen secara kuartalan dan turun 85,02 persen secara tahunan.

Kemudian penjualan mobil secara wholesale hingga tingkat dealer pada kuartal kedua sebanyak 24.042 unit atau turun 89,85 persen secara kuartalan dan turun 89,44 persen secara tahunan.

Begitupun dengan penjualan sepeda motor secara wholesale pada kuartal kedua hanya 313.625 unit yang turun 80,06 persen secara kuartalan dan turun 79,7 persen secara tahunan.

Selanjutnya, laju pertumbuhan lapangan usaha perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya pada kuartal kedua lalu terkontraksi 29,77 persen, jauh lebih buruk dari kondisi pada kuartal pertama yang masih tumbuh positif 1,13 persen dan juga lebih buruk dari kuartal kedua 2019 yang mampu tumbuh 3,4 persen.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.