Mohamad Misto, Selen Temizer dan Kasim Ileri
DEIR EZ-ZOR, Syria / ANKARA / WASHINGTON
Kelompok teror YPG/PKK membuat kesepakatan dengan kelompok teror Daesh untuk mendapatkan kembali tujuh tentara AS yang ditangkap Daesh di Suriah timur, kata sumber-sumber lokal kepada Anadolu Agency.
Di Provinsi Deir ez-Zor yang kaya minyak, para tentara AS ditahan pada September setelah terjadi pertikaian antara Daesh dengan YPG/PKK, menurut sumber yang meminta namanya dirahasiakan atas alasan keamanan. YPG adalah cabang Suriah kelompok teror PKK yang dibekingi AS.
Dengan bantuan elemen-elemen lokal, Daesh dan YPG/PKK memulai negosiasi pengembalian tawanan tentara tersebut pada 28 September, aku sumber tersebut.
Daesh menuntut YPG/PKK menarik kekuasaannya dari beberapa ladang minyak, termasuk yang berada di Azraq, dan mengizinkan masuknya persediaan obat-obatan dan makanan ke beberapa area sebagai ganti pembebasan pasukan AS tersebut.
Di bawah kesepakatan yang dibuat kedua kelompok teror ini, YPG/PKK akan menarik diri dari sejumlah kilang minyak dan AS mendapatkan tentaranya kembali. Sementara, persediaan medis dan makanan belum terkirim, menurut sumber yang sama.
Koalisi menyangkal
Juru bicara untuk koalisi pasukan internasional yang dipimpin AS menyangkal klaim Daesh telah menangkap tujuh tentara AS.
"Koalisi tidak akan terlibat dalam kesepakatan apapun dengan ISIS," kata Kolonel AS Sean Ryan, merujuk nama lain Daesh.
Namun, YPG/PKK dan Daesh mengakui bahwa kesepakatan telah terjadi.
November lalu, Pentagon membela kesepakatan yang dibuat PKK/PYD yang mengizinkan ratusan teroris Daesh melarikan diri dari Raqqah yang terkepung.
Juru Bicara Pentagon Eric Pahon berkata bahwa kesepakatan yang dikatakan membolehkan 250 pejuang dan 3.500 anggota keluarga mereka melarikan diri pada 12 Oktober adalah bagian dari "solusi lokal untuk masalah lokal", yakni pengepungan Raqqah, yang dianggap sebagai Ibu Kota Suriah secara de facto oleh Daesh.
"Prioritas utama di sini adalah perlindungan bagi nyawa penduduk sipil dan pengaturan ini dicapai oleh partner-partner kami bersama koneksi-koneksi lokal mereka," ujar dia kepada Anadolu Agency pada waktu itu.
Sejak 11 September ini, Daesh dan YPG/PKK telah saling serang, terutama di Distrik Hajin yang berada di wilayah pedesaan Deir ez-Zor, yang terletak di timur provinsi tersebut.
Meski mendapatkan dukungan dari AS dan Prancis, YPG/PKK terus gagal merebut kembali daerah kekuasaan Daesh. Kelompok ini hanya sempat menduduki daerah itu selama waktu singkat, sebelum kemudian dipaksa mundur oleh serangan balik dari Daesh.
Menurut perkiraan terakhir, YPG/PKK saat ini menguasai 28 persen wilayah Suriah.
Daesh sendiri mengaku masih secara aktif hadir di tiga wilayah Suriah, dengan penghitungan sekitar 3,3 persen dari total wilayah negara tersebut.
Menyebut payung kelompok PYD/PKK, yakni SDF, sebagai "rekan yang bisa diandalkan" dalam perangnya melawan Daesh, Washington terus menyediakan kelompok tersebut dengan persenjataan dan perlengkapan, bahkan setelah Turki menekankan identitas kelompok teror ini.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror yang dilakukan kelompok tersebut terhadap Turki, PKK -- yang dimasukkan dalam daftar kelompok teror oleh Turki, AS, dan UE -- bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
news_share_descriptionsubscription_contact
