Muhammad Abdullah Azzam
03 Mei 2019•Update: 03 Mei 2019
Zeynep Hilal Karyağdı
TRIPOLI
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan korban tewas akibat pertempuran yang sedang berlangsung di ibu kota Tripoli meningkat menjadi 376 orang, sementara 1.822 lainnya mengalami luka-luka.
Kantor berita resmi Libya, LANA, melansir pernyataan perwakilan WHO di negaranya, sebanyak 376 orang tewas dan 1.822 orang terluka dalam bentrokan yang terjadi setelah penyerangan Jenderal Khalifa Haftar ke Tripoli pada 4 April lalu.
Dalam pernyataan dari WHO sebelumnya, setidaknya 345 orang tewas dan 1.652 lainnya terluka akibat bentrokan-bentrokan.
Sejak awal April, Komandan Khalifa Haftar, yang berafiliasi dengan pemerintah saingan yang berbasis di timur negara itu, meluncurkan operasi militer dengan tujuan untuk mengepung Tripoli, di mana Pemerintah Pusat Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB berkantor pusat.
Meskipun Haftar sejauh ini gagal merebut ibu kota dari pasukan pro-GNA, pertempuran sporadis di pinggiran kota menimbulkan korban di kedua sisi.
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan Presiden Muammar Khaddafi digulingkan bahkan tewas setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.