Muhammad Abdullah Azzam
03 September 2020•Update: 03 September 2020
Mesut Varol
VAN, Turki
Aksi protes duduk yang berlangsung lama oleh keluarga-keluarga yang anak-anaknya diculik oleh teroris YPG/PKK memasuki hari ke-366 pada Rabu, di mana aksi protes di tenggara Turki itu terus meningkat tiap hari.
Aksi protes yang dimulai September lalu di kota Diyarbakir, ketika tiga ibu mengatakan bahwa anak-anak mereka telah direkrut secara paksa oleh teroris YPG/PKK.
Demonstrasi yang berlangsung di luar kantor Partai Rakyat Demokratik (HDP) - yang dituding memiliki keterkaitan dengan kelompok teror YPG PKK - semakin bertambah setiap hari.
Keluarga yang berduka berjanji untuk terus melanjutkan protes mereka sampai setiap keluarga berkumpul kembali dengan anak-anak mereka.
Nazli Sancar, salah satu ibu yang berpartisipasi, mengatakan bahwa putri kecilnya diculik oleh kelompok teroris delapan tahun lalu ketika dia baru berusia 13 tahun.
Sang ibu mengatakan dia tidak memiliki kabar tentang putrinya, yang dipaksa masuk ke dalam mobil dan diculik oleh para teroris.
"Ketika anak saya baru berusia 13 tahun, dia diculik oleh lima anggota HDP dengan kendaraan dan diserahkan ke organisasi teroris," jelas dia.
Dia mengatakan HDP mengklaim putrinya bergabung dengan kelompok tersebut secara sukarela tetapi putrinya hanya seorang anak berusia 13 tahun dan dia tidak dapat melakukannya dengan sukarela.
Sancar mengatakan mereka bertekad untuk mengambil kembali anak-anak mereka dari teroris PKK dan HDP, dan mereka akan dengan tegas melawan kelompok teror tersebut.
“Saya ingin HDP mengembalikan anak-anak kami. Kami tidak membesarkan anak-anak kami untuk HDP dan PKK. Kami membesarkan mereka agar menjadi anak-anak yang baik,” ujar dia.
Dia meminta semua anak yang diculik oleh kelompok teroris agar menyerahkan diri kepada pasukan Turki.
"Tolong, datang dan berkumpul kembali dengan keluargamu. Air mata dan rasa sakit ini harusnya sudah berakhir sekarang," pungkas dia.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.