Muhammad Abdullah Azzam
03 April 2018•Update: 04 April 2018
Bilgin S. Şaşmaz
CHICAGO
Masyarakat Chicago, Amerika Serikat (AS) menggelar aksi protes terhadap Kebijakan Presiden AS Donald Trump dan kekerasan polisi yang menyebabkan kematian sejumlah warga di berbagai wilayah.
Aksi demonstrasi yang diadakan di jalan Michigan itu dihadiri oleh sekitar 200 orang.
Keluarga dari Laquan McDonald yang terbunuh oleh 16 tembakan polisi dari jarak sekitar tiga meter ikut hadir dalam aksi demonstrasi di Chicago.
Selain itu kerabat dari warga yang terbunuh akibat kekerarasan polisi juga berpartisipasi dalam aksi protes berjalan menuju Trump Tower.
Dalam kegiatan tersebut, para demonstran membawa poster yang bertulis “Hentikan teror polisi rasis”, "Polisi Chicago, hentikan pembunuhan terhadap pelajar-pelajar saya!", "Tutup Gedung Putih!”, mereka juga melontarkan kata-kata “Kehidupan orang kulit hitam juga penting”, “Tak ada keadilan maka tak ada perdamaian”.
Perkumpulan pelajar damai dan berbagai kelompok Muslim juga memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Sejumlah polisi dikerahkan untuk mengamankan selama aksi demonstrasi tersebut.
Aksi protes tersebut berakhir tanpa insiden di depan Trump Tower.