Astudestra Ajengrastrı
07 Juli 2018•Update: 08 Juli 2018
Aref Yusuf dan Muayyad al-Tarfi
BAGHDAD
Wakil Presiden Irak Iyad Allawi pada Sabtu menjabarkan pemilihan umum parlemen pada 12 Mei sebagai "lelucon" setelah penghitungan suara manual mengungkap banyaknya kecurangan yang terjadi.
"Kecurangan yang ditemukan saat penghitungan ulang suara di beberapa tempat pemilihan di Kirkuk menunjukkan bahwa pemilu baru-baru ini adalah lelucon," kata Allawi melalui pernyataan yang dirilis oleh kantornya.
Allawi, yang mengepalai koalisi Wataniya, berkata bahwa mayoritas suara yang dicurangi berasal dari beberapa titik di Kirkuk.
Pekan lalu, komisi pemilihan umum Irak memulai penghitungan ulang suara secara manual setelah tuduhan kecurangan dalam pemilu menyeruak.
Ini terjadi setelah parlemen Irak pada bulan lalu memilih untuk mengamandemen undang-undang pemilu Irak, yang mengizinkan surat suara dihitung ulang secara manual.
Tak lama setelah itu, panel juri ditunjuk untuk menggantikan tanggung jawab komisi pemilu, yang beberapa anggotanya dipecat karena tuduhan penipuan dalam pemilu tersebut.
Koalisi pimpinan ulama Syiah Muqtada al-Sadr, Sairoon, mendominasi hasil suara, memenangi 54 kursi parlemen, menurut penghitungan resmi. Kesuksesan Sairoon diikuti oleh koalisi yang dipimpin oleh Hashs al-Shaabi (47 kursi) dan blok Perdana Menteri Haider al-Abadi, Victory (42 kursi).