Muhammad Abdullah Azzam
12 Januari 2021•Update: 12 Januari 2021
Agnes Szucs
BRUSSELS
Uni Eropa (UE) ingin membangun kembali hubungan yang konstruktif dengan Turki, kata juru bicara Komisi Eropa Peter Stano pada Senin.
"Kami tertarik pada hubungan konstruktif dengan Turki berdasarkan kerja sama," kata Stano kepada pers dalam briefing harian di Brussels.
Menurut kepala juru bicara kebijakan luar negeri itu, Uni Eropa telah berusaha untuk mewujudkan perspektif ini sepanjang tahun lalu.
Stano juga menjelaskan konferensi video akhir pekan kemarin terkait hubungan UE-Turki adalah "bagian dari jangkauan Uni Eropa untuk menyampaikan pesan ini dan mendiskusikan kebutuhan untuk membuat langkah-langkah praktis di jalan perbaikan hubungan yang konstruktif."
Pada Sabtu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengadakan pembicaraan secara virtual.
Borrell menyebut pertemuan itu "berguna" serta mengatakan dia menantikan untuk menyambut kunjungan mitranya dari Turki di Brussels.
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu diperkirakan akan mengunjungi Brussels pada 21 Januari.
Turki mengharapkan "dialog yang tulus dan berorientasi pada hasil" dari kunjungan yang akan datang, kata Cavusoglu dalam sebuah tweet yang dibalas oleh Borrell.
Setelah setahun pasang surut dalam hubungan Turki-UE, termasuk dorongan beberapa negara anggota UE untuk menjatuhkan sanksi pada Turki atas masalah bilateral, otoritas Turki berharap kemajuan dalam hubungan kedua pihak tahun ini, dan meminta UE mengambil langkah-langkah ke arah itu.
Turki telah menjadi kandidat resmi untuk keanggotaan UE sejak 2005, tetapi kemajuan menuju keanggotaan itu telah terhenti selama bertahun-tahun.