Maria Elisa Hospita
27 November 2018•Update: 28 November 2018
Ali Cura
KIEV, Ukraina
Parlemen Ukraina mengesahkan dekrit presiden mengenai darurat militer selama 30 hari di tengah pertikaian serius dengan Rusia.
Dekrit itu memberlakukan undang-undang darurat militer di wilayah-wilayah negara yang dianggap paling rentan terhadap serangan dari negara tetangganya, Rusia, termasuk di wilayah pesisir dan perbatasan.
Sebanyak 276 anggota parlemen menyetujui keputusan itu, yang akan diberlakukan mulai 28 November dan berlangsung selama 30 hari.
Pada Minggu, Rusia menyita tiga kapal Angkatan Laut Ukraina dari Krimea yang dikuasai Rusia di Laut Azov.
Rusia mengatakan kapal-kapal itu memicu aksi militer karena mengabaikan panggilan untuk berhenti berlayar.
Rusia melakukan intervensi ketika kapal AL Ukraina dipindahkan dari Odessa ke Pelabuhan Mariupol di Laut Azov.
AL Ukraina menuduh Rusia melepaskan tembakan ke kapal perangnya hingga menyebabkan awak kapalnya terluka.
Rusia dan Ukraina telah berseteru sejak 2014, ketika Rusia menganeksasi Krimea setelah referendum kontroversial.
Turki, serta Majelis Umum PBB, menyatakan bahwa aneksasi itu ilegal.
Ukraina juga menyalahkan Rusia atas kekerasan separatis di timur Ukraina, dekat perbatasan dengan Rusia.