Turki, Dunia

Turki mulai adili 20 warga Saudi tersangka pembunuhan Khashoggi

Sidang pertama secara in absentia digelar di Pengadilan Caglayan Istanbul

Muhammad Abdullah Azzam   | 04.07.2020
Turki mulai adili 20 warga Saudi tersangka pembunuhan Khashoggi Tunangan dan penggugat jurnalis Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, berbicara kepada pers setelah memberikan kesaksian dalam persidangan 20 warga negara Saudi atas pembunuhan pada 2018 terhadap jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi, di Istanbul, Turki pada 3 Juli 2020. (Elif Öztürk - Anadolu Agency)

Istanbul

Muhammed Enes Can

ISTANBUL

Turki pada Jumat mulai mengadili 20 warga Arab Saudi secara in absentia atas pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2018.

Pengadilan Pidana Berat Istanbul No. 11 pada April menerima berkas dakwaan setebal 117 halaman yang disiapkan oleh Kejaksaan Istanbul, di mana surat dakwaan tersebut menuduh sejumlah warga Saudi terlibat dalam pembunuhan berencana yang mengerikan itu.

Sidang pertama akan diadakan di Pengadilan Caglayan Istanbul.

Khashoggi, seorang kolumnis harian The Washington Post, dibunuh dan jasadnya dipotong-potong oleh sekelompok oknum Saudi tak lama setelah dia memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 untuk mengambil sejumlah dokumen terkait pernikahannya.

Hingga kini tubuhnya tidak pernah ditemukan.

Dalam dakwaan tersebut, Khashoggi disebut sebagai korban dan tunangannya Hatice Cengiz sebagai penggugat.

Penggugat menuduh Ahmed Bin Mohammed Al-Asiri dan Saud Al-Qahtani menghasut sejumlah orang untuk melakukan pembunuhan secara sengaja melalui penyiksaan dan mencari hukuman seumur hidup yang terpisah untuk keduanya.

Dakwaan itu juga mengungkapkan 18 warga Saudi lainnya juga terlibat - Mansour Othman M. Abahussain, Maher Abdulaziz Mutreb, Salah Mohammed al-Tubaigy, Mustafa Mohammed M. Almadani, Saif Saad al-Qahtani, Thaar Ghaleb T. al-Harbi, Badr Lafi al-Otaibi , Turki Musharraf M. Alshehri, Fahad Shabib A. Albalawi, Waleed Abdullah M. Alshehri, Mohammad Saad al-Zahrani, Naif Hassan Saad al-Arifi, Abdulaziz Mohammed al-Hawsawi, Khalid Aedh G. Alotaibi, Saad Meshal al-Bostani, Muflih Shaya M. Almuslih, Ahmed Abdullah A. Almuzaini dan Saad Muid Alqarni - dan merekomendasikan hukuman seumur hidup yang terpisah untuk mereka.

Surat dakwaan tersebut menyatakan bahwa tersangka Abahussain, yang bekerja sebagai jenderal besar dan perwira intelijen di Arab Saudi, ditugaskan di kantor Putra Mahkota Mohammed Bin Salman dan diperintahkan oleh Al-Asiri untuk membawa Khashoggi kembali ke negara itu dan membunuhnya jika dia menolak.

Surat menyatakan bahwa Abahussain mengumpulkan 15 anggota tim pembunuh, termasuk dirinya sendiri, untuk aksi pembunuhan itu.

Abahussain juga membagikan tugas di antara tim tersebut, memisahkan mereka menjadi tiga kelompok: intelijen, logistik, dan negosiasi.

Mutreb adalah kepala kelompok negosiasi, sementara Abahussain melibatkan al-Tubaigy, seorang spesialis forensik, dalam tim 15-orang jika korban menolak dan ingin pergi, yang mengakibatkan konsekuensi dia dibunuh.

Abahussain juga menentukan tempat untuk bertemu Khashoggi sebagai kantor konsulat Istanbul dan membuat sebuah rencana untuk semua kemungkinan tentang sebelum, selama dan setelah insiden tersebut.

Surat dakwaan juga memberikan informasi rinci tentang masuk dan keluarnya para tersangka ke konsulat dan hotel tempat mereka menginap mulai dari 1 Oktober 2018 - sehari sebelum pembunuhan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın