Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 November 2020•Update: 26 November 2020
Murat Ozgur Guvendik
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki mengumumkan pada Selasa bahwa Turki berjanji untuk memberikan USD75 juta bantuan ke Afghanistan selama dua tahun ke depan pada Konferensi Afghanistan 2020 di Jenewa.
“Saya dengan senang hati mengumumkan USD75 juta dalam komitmen untuk digunakan dalam koordinasi dengan otoritas Afghanistan yang berbasis proyek,” kata Hakan Tekin, Direktur Jenderal Asia Selatan di Kementerian Luar Negeri, dalam konferensi virtual.
Tekin mengatakan dukungan Turki untuk perdamaian dan pembangunan di Afghanistan akan terus berlanjut.
“Di tengah spiral kekerasan ini, bahkan klinik persalinan, pusat pendidikan, universitas dan masjid menjadi sasaran. Dibutuhkan keberanian dan tekad yang besar untuk melanjutkan. Itu sebabnya kami mengulangi seruan kami untuk gencatan senjata yang mendesak,” ujar dia.
Tekin menambahkan bahwa kesepakatan damai antara pemerintah dan Taliban harus melindungi hasil yang diperoleh dalam 19 tahun terakhir dalam hal hak asasi manusia, terutama untuk anak-anak dan minoritas, dan perdamaian harus dibangun di atas akuisisi ini untuk mempertahankan proses dan mempertahankan dukungan internasional. .
"Kami sekali lagi menekankan pentingnya tindakan pencegahan untuk memastikan supremasi hukum, memerangi penggelapan, melakukan reformasi administrasi dan menangani ekonomi off-record oleh pemerintah Afghanistan," ungkap dia.
Tekin mengatakan Turki telah berpartisipasi dalam semua upaya internasional untuk restrukturisasi dan pengembangan Afghanistan sejak 2002.
"Jumlah bantuan yang kami berikan untuk pembangunan Afghanistan telah melebihi USD1,1 miliar. Ini adalah salah satu program pengembangan terbesar yang kami tangani sejauh ini," tambah dia.
Dia mencatat bahwa Turki sebagian besar berfokus pada proyek-proyek yang menonjol di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.
Di bawah kesepakatan perdamaian AS-Taliban yang ditandatangani pada Februari, Taliban setuju untuk menghentikan serangan di kota-kota besar dan ibu kota provinsi.
Tujuan dari acara Jenewa, yang bertepatan dengan pembicaraan damai yang sedang berlangsung antara pemerintah Afghanistan dan para pemimpin Taliban di Qatar, adalah untuk menentukan tujuan dan komitmen pembangunan bersama selama empat tahun ke depan.
Menurut Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), acara yang diselenggarakan bersama oleh Afghanistan dan Finlandia dengan PBB tersebut, diikuti oleh 66 negara, organisasi dan lembaga internasional serta perwakilan masyarakat sipil.