Hayati Nupus
05 April 2020•Update: 06 April 2020
Ali Murat Alhas
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki pada Sabtu mengatakan pemerintah mengizinkan pengiriman ventilator ke Spanyol, dan menolak pernyataan yang mengklaim bahwa pemerintah Turki berusaha menyita peralatan medis di tengah wabah Covid-19.
“Menyita produk [medis] adalah tuduhan yang buruk,” ujar kata Mevlut Cavusoglu dalam siaran langsung dan menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Spanyol telah mengoreksi pernyataan itu.
Lewat unggahan di Twitter, Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha Gonzalez Laya membenarkan pernyataan Cavusoglu, dan mengatakan bahwa negaranya menghargai “sikap teman dan sekutu.”
Cavusoglu mengatakan 94 negara mengajukan permohonan peralatan medis dari Turki untuk memerangi virus.
Turki, lanjut Cavusoglu, tak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan itu karena negara juga membutuhkan peralatan tersebut.
Ekspor peralatan medis harus dengan otorisasi dari Departemen Kesehatan, kata dia, menambahkan bahwa Turki sejauh ini sudah mengirimkan barang-barang medis tersebut ke 23 negara.
Diplomat top Turki mendakwa sejumlah perusahaan medis swasta berusaha untuk menghasilkan lebih banyak uang, tanpa memberi nama, dan membuat perjanjian dengan aktor berbeda tanpa memberi tahu otoritas Turki yang relevan.
“[Perusahaan swasta] berjalan sendiri dan melakukan kontak dengan beberapa negara, mereka menempatkan negara [Turki] dalam situasi yang sulit demi mendapatkan uang. Ini tidak benar,” kata dia.
“Kami telah memberi otorisasi [ekspor] 116 ventilator ke Spanyol, mengikuti instruksi Kementerian Kesehatan, dan akan dikirim ke Spanyol dalam beberapa hari mendatang,” jelas dia, seraya menambahkan bahwa Turki adalah sekutu Spanyol.
Lebih lanjut dia mencatat bahwa baru-baru ini Turki telah memberikan dukungan, dan langkah itu sangat dihargai oleh otoritas Spanyol.
Sejauh ini, Covid-19 juga menginfeksi 156 warga Turki yang tinggal di luar negeri, tambah Cavusoglu.
Turki memulangkan puluhan ribu warga negaranya, sebagai bentuk perlindungan pemerintah terhadap rakyatnya,
Pada Sabtu, Turki mengumumkan 76 orang meninggal akibat Covid-19, sehingga total menjadi 501.
Sementara total kasus infeksi melonjak menjadi hampir 24.000.
Setelah dari China Desember lalu, Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS CoV-2, telah menyebar ke setidaknya 181 negara dan wilayah di seluruh dunia, dengan pusat epidemi bergeser ke Eropa.
Pandemi ini telah menewaskan hampir 64.000 orang, dan menginfeksi lebih dari 1,1 juta.
Sementara lebih dari 244.000 orang pulih dari penyakit tersebut, menurut angka yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS.