Muhammad Abdullah Azzam
22 Juli 2020•Update: 22 Juli 2020
Zuhal Demirci
ANKARA
Turki ingin mengambil bagian dalam "visi besar" rencana pembangunan di Niger, ungkap menteri luar negeri Turki pada Selasa di Niamey, ibu kota Niger.
"Kami ingin memberikan kontribusi pada pengembangan Niger di bidang transportasi, konstruksi, energi, pertambangan, dan pertanian," ujar Mevlut Cavusoglu pada konferensi pers saat dia melakukan serangkaian kunjungan di Afrika Barat.
Berbicara setelah pertemuan dengan Presiden Niger Issoufou Mahamadou, Cavusoglu mengatakan pihaknya telah berbicara panjang lebar untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara.
"Dengan presiden, kami juga mengevaluasi kerja sama melawan terorisme. Kami melihat bagaimana Afrika secara umum dan terutama wilayah Niger dan Sahel dipengaruhi oleh terorisme," kata dia.
Negara-negara di regional itu sedang dipengaruhi oleh situasi yang rapuh akibat konflik di Libya, utara Niger, sebut dia menambahkan bahwa masalah Libya juga dibahas dalam pertemuan itu.
Libya telah menjadi titik transit utama bagi orang Afrika yang mencari peluang ekonomi di Eropa.
Cavusoglu menambahkan bahwa Turki dan Niger juga akan menandatangani perjanjian kerjasama militer, olahraga, dan kepemudaan selama kunjungannya di sana.
Di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki telah melakukan penjangkauan yang belum pernah dilakukan pemerintah sebelumnya ke Afrika berdasarkan prinsip win-win.
Sebagai bagian dari kerja sama negara itu dengan Afrika, pemerintah Turki telah menyumbangkan jutaan dolar untuk pembangunan infrastruktur di benua itu dan mensponsori ratusan siswa Afrika.
Kehadiran Turki dirasakan di seluruh benua, di mana ada sejumlah organisasi Turki beroperasi di berbagai belahan dunia, termasuk Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA), Yayasan Maarif, dan Institut Yunus Emre.