ANKARA
Turki bekerja untuk meningkatkan hubungan yang ada dengan negara-negara Teluk, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Senin.
Menlu Cavusoglu mengatakan itu selama konferensi pers bersama sejawatnya dari Bahrain Abdullatif Bin Rashid Alzayani di ibu kota Bahrain, Manama.
Selama kunjungan resmi dua hari, menteri Turki itu juga bertemu dengan putra mahkota Bahrain Salman bin Hamad Al Khalifa di Istana Gudaibiya.
Menekankan dia senang bisa kembali ke Bahrain setelah lima tahun, Cavusoglu berterima kasih kepada rekannya dan rekan-rekannya atas keramahan dan pertemuan produktif mereka.
Dia mengatakan pertemuan tersebut merupakan indikasi peningkatan kontak dengan negara-negara Teluk, dan pejabat Turki itu akan merasa terhormat untuk menjamu Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifain di Turki sesegera mungkin.
Mengungkapkan ada sikap dingin yang relatif antara Turki dan beberapa negara Teluk, Cavusoglu mengatakan, "Apa yang kita semua inginkan adalah tidak ada masalah dan kerja sama antara negara-negara sahabat. Kami akan terus bekerja sama. Kami akan terus bekerja sama dalam solusi damai untuk semua masalah di wilayah kami."
Mengingatkan pembicaraan sedang berlangsung untuk mengatasi kebuntuan politik, dia mengatakan Turki memulai proses dialog dengan Mesir dan mengadakan dua pertemuan di tingkat wakil menteri luar negeri.
Menyoroti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) pada Februari, Cavusoglu mengatakan hari nasional Turki dirayakan di Expo 2020 di Dubai.
Dia mengatakan proses dialog dengan Arab Saudi terus meningkatkan hubungan bilateral dan mengambil hubungan seperti di masa lalu.
"Saya percaya akan ada perkembangan positif di masa depan."
Cavusoglu mengatakan pertemuan Komisi Ekonomi Gabungan antara Bahrain dan Turki dijadwalkan pada 23 Maret.
Dia mengatakan perdagangan bilateral meningkat pada 2020, dan tujuannya adalah untuk meningkatkan volume saat ini dari USD460 juta menjadi USD750 juta pada 2023.
Menteri Turki juga mengutuk serangan Houthi baru-baru ini di UEA dan Arab Saudi. "Turki menentang semua bentuk terorisme. Kami menyatakan solidaritas dengan UEA dan negara-negara sasaran, termasuk Arab Saudi," kata Cavusoglu.
Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan bahwa Turki memperkuat hubungan dengan semua negara Teluk, dan terbuka untuk berdialog untuk menghapus kesalahpahaman.
Hubungan antara Turki dan dunia Arab mengalami perbaikan besar setelah bertahun-tahun hubungan mereka tegang.
Akhir tahun lalu, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengunjungi Ankara dan mengumumkan dana USD10 miliar untuk investasi di Turki.
news_share_descriptionsubscription_contact
